detikBali

Lulus Sarjana Tepat Waktu, Mahasiswa Undiksha Jalan Kaki 91 Km ke Rumah

Terpopuler Koleksi Pilihan

Lulus Sarjana Tepat Waktu, Mahasiswa Undiksha Jalan Kaki 91 Km ke Rumah


I Wayan Selamat Juniasa - detikBali

I Kadek Yogi Suardana (22) saat ditemui di Karangasem, Jumat (5/6/2026).
I Kadek Yogi Suardana (22) saat ditemui di Karangasem, Jumat (5/6/2026). ((Foto: I Wayan Selamat Juniasa/detikBali)
Karangasem -

Aksi tak biasa dilakukan seorang pemuda asal Banjar Dinas Badeg Dukuh, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, I Kadek Yogi Suardana (22). Lulusan Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu menepati nazarnya dengan berjalan kaki sekitar 91 kilometer dari kampus menuju rumahnya.

Nazar tersebut lahir dari pengalaman pribadinya saat kuliah. Yogi mengaku sempat harus mengulang mata kuliah semester 3, padahal seharusnya sudah berada di semester 5 karena kesibukan organisasi kampus. Dari situ muncul tekad untuk membuktikan diri, jika berhasil lulus tepat waktu, ia akan berjalan kaki dari kampus ke rumah.

"Kebanyakan teman-teman saya membuat nazar yang biasa dilakukan pada umumnya, tapi saya berbeda sendiri yaitu berjalan kaki dari kampus ke rumah," kata Yogi saat ditemui di Karangasem, Jumat (5/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nazar itu sempat dianggap tak masuk akal oleh teman-temannya. Bahkan, ia kerap jadi bahan candaan karena dianggap tidak akan mampu menempuh perjalanan sejauh itu.

ADVERTISEMENT

"Teman-teman saya sempat bilang saya gila karena bernazar seperti itu. Bahkan saya dibilang lari keliling lapangan beberapa kali saja tidak kuat, apalagi jalan kaki sejauh itu," ujar Yogi menirukan temannya.

Setelah resmi lulus sarjana, nazar itu kemudian ia jalankan pada Jumat (29/5/2026). Sebelum berangkat, ia lebih dulu memohon restu di palinggih kampus. Perjalanan dimulai sekitar pukul 01.00 Wita dini hari bersama teman-temannya yang ikut mengiringi.

Di awal perjalanan, rasa ragu sempat muncul. Namun, ia kembali menguatkan diri dengan mengingat perjuangan orang-orang di sekitarnya yang membantu selama masa kuliah. Semangat itu membuat langkahnya kembali mantap.

"Awalnya ragu, tapi setelah jalan beberapa kilometer, saya merasa harus bisa menyelesaikan nazar ini terlebih ada semangat dari teman-teman yang ikut mengiringi," ujar Yogi.

Selama perjalanan, Yogi mengaku tantangan terbesar bukan hanya jarak, tetapi juga kondisi fisik. Ia bahkan hanya makan satu kali selama perjalanan agar ritme langkahnya tetap terjaga.

Salah satu titik terberat terjadi saat melintasi wilayah Desa Pempatan, Kecamatan Rendang. Medan menurun dan kondisi kaki yang sudah lelah membuatnya hampir menyerah.

"Kaki sudah sangat perih saat itu, bahkan harus saya ganjal pakai pembalut supaya tetap bisa jalan," tutur Yogi.

Meski begitu, ia tetap melanjutkan perjalanan. Motivasi terbesarnya datang dari orang tua dan keluarga, termasuk kisah perjuangan bibinya yang pernah menjual sapi demi biaya kuliah. Dukungan teman-teman yang menemani juga ikut menguatkan langkahnya.

Perjalanan panjang itu akhirnya tuntas. Sekitar pukul 23.30 Wita, Yogi tiba di rumahnya setelah menempuh jarak sekitar 91 kilometer dan disambut keluarga serta warga sekitar.

"Saya sangat bersyukur bisa sampai rumah dan menunaikan nazar. Rasanya lega, seperti tidak punya hutang lagi," ucap Yogi.

Aksi tersebut menjadi penutup perjalanan akademiknya sekaligus pengalaman yang ia sebut tak akan terlupakan.




(dpw/dpw)










Hide Ads