detikBali

Detak Jantung Normal Per Menit (bpm) Menurut Usia

Terpopuler Koleksi Pilihan

DPD RI Minta Kemenhut Kirim 10.000 Bibit Pohon ke Bali demi Mitigasi Bencana


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Rapat bersama Komite II DPD RI dengan Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota di Kantor DPD RI, Sabtu (17/1/2026). (Rizki Setyo)
Foto: Rapat bersama Komite II DPD RI dengan Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota di Kantor DPD RI, Sabtu (17/1/2026). (Rizki Setyo)
Denpasar -

Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI telah meminta ke Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengirimkan 10.000 bibit pohon ke Bali. Pernyataan itu disampaikan oleh Anggota Komite II DPD RI Ni Luh Djelantik saat rapat koordinasi penanggulangan bencana Komite II DPD RI bersama Pemprov Bali dan Pemkab/Pemkot se-Bali di Kantor DPD RI, Denpasar, Sabtu (17/1/2026).

"Atas seizin pimpinan ketua, nanti saya minta tanda tangan ibu untuk mengajukan permintaan sekitar 10.000 bibit pohon dulu. Kita mulai dari 10.000 pohon dulu," ujar Ni Luh Djelantik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyerahkan kepada pemerintah daerah se-Bali untuk bibit pohon apa saja yang akan ditanam di wilayah hutan di Bali. Yang penting, kata dia, pohon yang dapat mengikat air.

"Jadi jenis pohon apapun yang tersedia dulu, apa yang ada dalam daftar permintaan kalian," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Ketua Komite II DPD RI Badikenita Br Sitepu mengatakan dalam pertemuan tersebut dilaporkan banyak hutan yang telah beralih fungsi untuk menanam buah, seperti durian hingga pisang cavendish. Hal itu dapat mengurangi sumber air bersih.

"Sehingga nanti air bawah tanah menjadi lebih banyak. Kalau air bawah tanah kita sudah terlalu banyak ini terjadi rongga-rongga kosong dalam tanah. Ini bisa rawan loh menjadi banjir," jelas Badikenita.

Oleh sebab itu, lanjut dia, perlu adanya penanaman pohon yang masif dilakukan oleh pemerintah di Bali. Langkah itu juga diiringi dengan edukasi dan literasi kepada masyarakat untuk mitigasi bencana.

"Terutama perlu penanaman pohon kembali di beberapa kawasan hutan supaya sumber air bersih (terjaga)," terang Senator dari Sumatera Utara itu.

Badikenita melanjutkan, hasil rapat bersama mengenai kebencanaan ini akan disampaikan kepada kementerian terkait untuk dapat ditindaklanjuti.

"Bagaimana tahun 2026 penganggaran dari masing-masing provinsi terhadap satu mitigasi bencana, terhadap lingkungan hidup. Bali itu penting isunya ya karena mostly pendapatan daerahnya dan penghasilan masyarakat dari pariwisata," tandasnya.




(nor/nor)










Hide Ads
LIVE