Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa berencana membuka dan memulai operasional fakultas kedokteran pada pertengahan 2026. Kampus yang berpusat di Bangli itu menargetkan menerima 50 mahasiswa kedokteran pada angkatan pertama.
"Target kami tahun 2026 sudah memulai operasional (perkuliahan fakultas kedokteran). Targetnya, (dibuka pendaftaran) untuk 50 calon mahasiswa," kata Rektor UHN Sugriwa, I Gusti Ngurah Sudiana, kepada detikBali, Selasa (27/1/2026).
Sudiana mengatakan kuota 50 calon dokter itu adalah aturan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta Kementerian Kesehatan (Kemenkes). UHN Sugriwa dilarang menerima lebih dari 50 mahasiswa pada penerimaan mahasiswa baru angkatan pertama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua calon mahasiswa dapat mendaftar di jalur reguler atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Belum ada rencana pembukaan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri (jalur program Indonesia pintar kuliah/PIPK)
"Aturan di (fakultas) kedokteran berbeda dengan yang lain," kata Sudiana.
Sudiana mengatakan ada kemungkinan penambahan kuota penerimaan mahasiswa pada angkatan kedua. Penambahan kuota akan mempertimbangkan beberapa hal, yakni ketersediaan tenaga pengajar, sarana dan prasarana, serta tinggi rendah peminat.
Pembukaan penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri atau PIPK juga akan dipertimbangkan pada angkatan kedua. Penerimaan mahasiswa baru jalur PIPK dapat dibuka jika kuota pada jalur reguler belum memenuhi hingga mahasiswa resmi diterima dan berkuliah aktif.
Sudiana menuturkan pembukaan fakultas kedokteran itu merupakan inisiatif dari UHN Sugriwa. Dia mengklaim UHN Sugriwa sudah terakreditasi dan telah mumpuni untuk membuka fakultas kedokteran.
Menurut Sudiana, saat masih proses mempersiapkan tenaga pengajar dan semua infrastrukturnya, ada permintaan dari pemerintah pusat agar UHN Sugriwa membuka fakultas kedokteran untuk menutup kekurangan jumlah dokter di Indonesia.
"Semua lulusan dokter dari UHN, sesuai kurikulum nantinya, (diperbolehkan berpraktek) di Bali dan luar Bali. Semua rumah sakit di Bali maupun di luar Bali, tergantung masing-masing lulusan," jelas Sudiana.
Siapkan 2 Gedung
Sudiana menuturkan UHN Sugriwa menyiapkan sebanyak dua gedung untuk membuka fakultas kedokteran. Satu gedung sudah tersedia, sedangkan gedung kedua bakal dirampungkan pada Oktober 2026.
Pantauan detikBali, gedung 1 fakultas kedokteran di UHN Sugriwa berlantai tiga dan satu ruang bawah tanah. Ada 10 ruangan di tiap lantai gedung berkapasitas 300 mahasiswa itu.
Semua ruangan di lantai 1 hingga 3 difungsikan sebagai laboratorium dan ruang kelas. Karena belum dibuka, hanya beberapa ruang laboratorium di fakultas kedokteran UHN Sugriwa masih diisi dengan peralatan kedokteran.
Sedangkan ruang laboratorium lain masih diisi dengan deretan bangku kuliah. Beberapa pegawai dan pejabat administrasi kampus juga terlihat menempati meja resepsionis dan sejumlah ruangan di gedung itu.
"Sarana prasarana sudah ada hanya belum pas atau belum sesuai. Karena kalau kedokteran memang ribet sekali," kata Sudiana.
Sudiana mengatakan beberapa sarana dan prasarana memang sedang dilengkapi. Banyak peralatan laboratorium dan peralatan kedokteran untuk praktik mahasiswa yang harus diimpor karena tidak beredar di Indonesia dan harganya mahal.
Sedangkan gedung ke-2 kini sedang masa konstruksi. Lokasinya terpisah di belakang gedung 1. Gedung 2 itu juga sama dengan gedung 1. Isinya, ruang laboratorium dan ruang kelas bagi mahasiswa kedokteran. Kapasitasnya juga sama, dapat menampung 300 mahasiswa beserta pegawai dan pejabat program studinya.
"(Syarat pendirian fakultas kedokteran) diminta banyak gedung. Gedung 1 sudah memenuhi standar. Ada ruang OSCE (Objective Structured Clinical Examination), semacam klinik," ungkap Sudiana.
Pembangunan gedung 2 itu sebagai antisipasi meningkatnya minat lulusan sekolah menengah atas (SMA) yang ingin jadi dokter dengan berkuliah di UHN Sugriwa meski pertumbuhan jumlah mahasiswa kedokteran di UHN Sugriwa baru akan terjadi beberapa tahun mendatang.
Jalin Kerja Sama
Kegiatan perkuliahan fakultas kedokteran di UHN Sugriwa juga tidak berjalan sendiri. Layaknya fakultas kedokteran di kampus lain, ada sejumlah rumah sakit yang dikerjasamakan.
Sejumlah rumah sakit itu adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli, RS Payangan, RSUD Karangasem, dan Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama. Empat rumah sakit besar itu akan menjadi wahana pembelajaran teori dan praktik bagi mahasiswa kedokteran UHN Sugriwa.
"Kami sudah ada tawaran kerja sama dari RSUP Prof Ngoerah dan rumah sakit lain. Mereka mendukung fakultas kedokteran di UHN," terang Sudiana.
Selain itu, UHN Sugriwa juga sedang melengkapi sarana dan prasarana, termasuk kurikulum untuk mempersiapkan pembukaan fakultas kedokteran. "Disarankan juga agar sumber daya manusianya disesuaikan dengan bidang keilmuannya," jelas Sudiana.
Selain itu, UHN juga diwajibkan memenuhi tenaga pengajar di bidang kedokteran tertentu. Di antaranya, kedokteran bidang biomedik dan anatomi.
"Kemudian, dosen biomedik dan anatomi juga. Semua (ketersediaan) dosen-dosen itu harus dipenuhi. Dosen biomedik yang paling susah. Tetapi dosen biomedik sudah ada," terang Sudiana.
(hsa/hsa)










































