detikBali

25 Jemaah Umrah Bali Tetap Berangkat ke Arab Saudi meski Timteng Memanas

Terpopuler Koleksi Pilihan

25 Jemaah Umrah Bali Tetap Berangkat ke Arab Saudi meski Timteng Memanas


Ahmad Firizqi Irwan, Rizki Setyo Samudero - detikBali

Smoke rises following an explosion, after Israel and the U.S. launched strikes on Iran, in Tehran, Iran, March 1, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY     TPX IMAGES OF THE DAY
Kondisi di Iran usai diserang AS-Israel. (Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS)
Denpasar -

Di tengah imbauan pemerintah pusat untuk menunda keberangkatan umrah akibat situasi Timur Tengah yang memanas, 25 jemaah asal Bali dipastikan tetap terbang ke Arab Saudi pada Selasa (3/3/2026).

Kepastian itu disampaikan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Bali. Hingga Senin (2/3/2026), belum ada pemberitahuan resmi terkait penundaan keberangkatan.

"Tanggal tiga besok ada pemberangkatan, tapi belum ada info penundaan," kata Kabid Umrah dan Haji Kanwil Kemenag Bali Mahmudi kepada detikBali, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahmudi menegaskan pihaknya belum menerima laporan ataupun instruksi penundaan akibat perkembangan geopolitik di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Sampai sekarang belum ada pemberitahuan penundaan. Belum ada laporan," tandasnya.

Selain jadwal keberangkatan, kepulangan jemaah umrah dari Arab Saudi juga tetap sesuai rencana. Mereka dijadwalkan tiba di Indonesia pada Rabu (4/3/2026).

Sebelumnya Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengimbau warga Indonesia untuk menunda ibadah umrah sementara waktu demi keamanan.

"Kami ingin menyampaikan mengimbau kepada seluruh jamaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan kondusivitas itu benar-benar hadir di Timur Tengah," ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam Instagram Kemenhaj, Minggu (1/3).

Travel Umrah Atur Ulang Jadwal Jemaah

Sementara itu, Agen travel umrah dan haji di Provinsi Bali mengaku cemas jika perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran terus berlangsung. Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) telah mengimbau warga Indonesia menunda umrah demi keamanan.

Ayit Rachman, pemilik travel umrah dan haji Alisha Rafina di Denpasar mengaku harus mengatur ulang keberangkatan jemaah. Jadwal keberangkatan memang masih lama, yakni 28 Maret 2026 atau setelah Hari Raya Idul Fitri. Namun, jadwal itu sekarang menjadi tidak pasti.

"Iya sangat terdampak sekali, bulan Syawal nanti kami sebenarnya sudah ada persiapan keberangkatan ke Mekkah dan Madinah," ujar Ayit Rachman dikonfirmasi detikBali, Senin (2/3/2026).

Ayit mengungkapkan ada 50 orang yang dijadwalkan berangkat dengan perincian, 48 dewasa dan dua infant (bayi). Menurut Ayit, imbas perang AS-Israel dengan Iran, maskapai penerbangan banyak jadwal hingga waktu yang belum bisa dipastikan.

Ayit sudah mengontak beberapa tim travel, maskapai hingga pihak yang ada di Timur Tengah terkait hal itu.

"Sebenarnya persiapan sudah baik, maskapai yang kita gunakan itu Qatar Airways dan Emirates. Namun karena hal ini, ada perubahan jadwal tapi masih belum jelas sampai kapan, ini kami masih bertanya-tanya juga," jelasnya.

"Iya kalau ditanya jemaah ya pasti, karena ini kan tidak tahu sampai kapan. Ya hasil putusan, kita tetap ikut. Nanti pas saat pelatihan manasik 8 Maret, kita sampaikan kepada jamaah yang harusnya berangkat dekat ini," tandas Ayit.




(dpw/dpw)










Hide Ads