detikBali

Karyawan Dapur MBG di Larantuka Dipecat, Bantah Sering Ambil Bahan Makanan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Karyawan Dapur MBG di Larantuka Dipecat, Bantah Sering Ambil Bahan Makanan


Yurgo Purab - detikBali

Petugas SPPG menyiapkan Makan Siang Gratis (MBG) (Antara Foto/Andry Denisah)
Ilustrasi Makan Siang Gratis (MBG). (Foto: Antara Foto/Andry Denisah)
Flores Timur -

Sebanyak tujuh karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pohon Bao di Kota Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipecat. Salah satu alasan pemecatan tersebut, para karyawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu sering membawa pulang bahan makanan.

Salah satu karyawan dapur MBG yang dipecat itu adalah Hildegonda Roja. Ia membatah tudingan Kepala SPPG Pohon Bao, Anjelina Ruron, yang menyebut mereka membawa bahan makanan pulang ke rumah. Hildegonda mengatakan dirinya hanya membawa sampah organik dan sisa-sisa nasi ke rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampah organik kami selalu bawa buat ternak-ternak. Sebelum kami bawa, saya selalu izin atau minta kepada asisten lapangan," kata Hildegonda kepada detikBali, Sabtu (13/6/2026).

Hildegonda mengatakan para karyawan SPPG juga rutin membersihkan dapur MBG sebelum pulang. Menurutnya, kepala SPPG Pohon Bao tidak pernah menunjukkan bukti atas tudingan yang membuat dirinya dipecat tersebut.

ADVERTISEMENT

"Saya juga minta buka CCTV buat buktikan atas tudingan ibu (Kepala SPPG Anjelina Ruron), tapi ibu hanya melongo tatap saya punya muka," imbuhnya.

Karyawan lainnya, Maria Magdalena Tukan, setali tiga uang. Ia menyayangkan keputusan kepala SPPG yang memecat tujuh karyawan di dapur MBG itu.

"Semua yang ibu omong itu tidak jelas, tidak sesuai, karena kami minta ibu (Kepala SPPG Pohon Bao, Anjelina Ruron) buka CCTV, dia tidak mau, dia sembunyikan (apa) maksudnya?" ujar Maria.

Sebelumnya, sebanyak tujuh karyawan dapur MBG Mandiri Pohon Bao dipecat pada Jumat (5/6). Kejadian itu menyita perhatikan publik dua hari ini. Kepala SPPG Pohon Bao, Anjelina Ruron, membenarkan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tujuh karyawannya.

"Kesalahan mereka dinilai sejak para relawan mulai bekerja. Selain tidak menggoreng ikan sebagai bahan baku, tetapi mereka juga tidak disiplin dalam menunaikan tugas sebagai relawan," beber Anjelina via WhatsApp (WA), Jumat.

Menurut Anjelina, para pekerja yang diberhentikan sering membawa pulang bahan makanan dan bumbu dapur. Misalkan bawang merah dan bawang putih, telur, minyak goreng, kemiri, dan sayuran. Bahkan, dia berujar, ada yang sampai diperjualbelikan.

"Selalu mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas untuk Ibu Kepala SPPG," imbuhnya.

Selain itu, Anjelina melanjutkan, mereka selalu membawa ponsel dan tas kerja masuk ke dalam dapur di saat jam kerja. Anjelina menuding para pekerja sering tidak mentaati prosedur operasional standar (SOP) alat pelindung diri (APD) saat jam kerja.

"Pernah diberikan teguran secara lisan dan tertulis bahkan sudah dipindahkan dari satu divisi ke divisi lain. Sering terlambat masuk kerja dan tidak ada berita ketika mereka tidak bekerja," tandas Anjelina.




(iws/iws)











Hide Ads