detikBali

Cara Umat Islam Lakukan Salat Tarawih Saat Nyepi di Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan

Cara Umat Islam Lakukan Salat Tarawih Saat Nyepi di Bali


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Ilustrasi salat tarawih. (Chat GPT)
Foto: Ilustrasi salat tarawih. (Chat GPT)
Denpasar -

Nyepi Saka 1947 jatuh bertepatan dengan Ramadan 1447 Hijriah. Kondisi ini membuat umat Islam di Bali bingung soal pelaksanaan salat tarawih. Mereka khawatir pelaksanaan salat dapat mengganggu Nyepi.

Nyepi memang identik dengan suasana hening dan penuh kedamaian karena terdapat pembatasan berbagai aktivitas selama 24 jam. Kondisi ini membuat pelaksanaan salat tarawih perlu disesuaikan dengan aturan adat setempat sebagai bentuk toleransi antarumat beragama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas, bagaimana cara umat Islam melaksanakan salat tarawih saat Nyepi?

Salat tarawih saat Nyepi tetap dapat dilakukan melalui kesepakatan antarumat beragama sehingga kedua ibadah berlangsung berdampingan tanpa saling mengganggu. Pelaksanaan ibadah tentunya dilakukan penyesuaian mengikuti adat setempat. Berikut beberapa cara umum salat tarawih yang diterapkan saat Nyepi.

ADVERTISEMENT

1. Tarawih di Masjid Terdekat

Meskipun Nyepi memberlakukan larangan terhadap aktivitas yang dapat mengganggu ketenangan, umat Islam tetap dapat melaksanakan salat tarawih berjemaah di masjid dengan sejumlah penyesuaian.

Umat Islam dianjurkan untuk berjalan kaki menuju masjid terdekat tanpa menggunakan kendaraan. Selain itu, pelaksanaan ibadah di masjid harus dilakukan tanpa pengeras suara, membatasi penggunaan lampu penerangan, serta menyelesaikan salat sesuai waktu yang telah ditentukan.

Pelaksanaan salat tarawih di masjid-masjid besar di Bali juga turut diawasi pecalang, yakni petugas keamanan adat. Mereka akan membantu memastikan ibadah berlangsung tertib tanpa mengganggu kekhusyukan perayaan Nyepi.

2. Tarawih di Rumah Masing-masing

Sejalan dengan prinsip Nyepi yang membatasi aktivitas di luar rumah, umat Islam juga dapat melaksanakan salat tarawih secara mandiri maupun berjamaah bersama keluarga di kediaman masing-masing. Pelaksanaan ibadah dengan cara ini menjadi alternatif yang tepat agar tarawih tetap berlangsung khusyuk, sekaligus menghormati suasana hening yang dijalankan umat Hindu selama Nyepi berlangsung.

3. Tarawih di Lingkungan Pemukiman Muslim

Di beberapa wilayah di Bali, terdapat sejumlah desa adat yang memiliki komunitas Muslim dalam jumlah cukup besar. Pada kondisi tersebut, salat tarawih dapat dilaksanakan secara sederhana di lingkungan permukiman, seperti balai warga maupun ruang ibadah milik desa. Pelaksanaan tarawih ini biasanya hanya diikuti oleh warga sekitar karena tidak memerlukan mobilitas jauh hingga keluar wilayah sehingga tidak menimbulkan keramaian yang dapat mengganggu aktivitas Nyepi di ruang publik.

4. Menghindari Kegiatan Tambahan Ramadan

Selain salat sunah tarawih, umat Islam umumnya mengisi Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan untuk memperbanyak amalan baik, seperti buka puasa bersama, tadarus hingga pengajian akbar yang melibatkan banyak jemaah. Umat Islam sebaiknya menunda sementara kegiatan tambahan Ramadan yang berpotensi menimbulkan keramaian selama Nyepi.




(hsa/hsa)










Hide Ads