Ali Larijani, Kepala Keamanan Iran gugur dalam serangan Amerika Serikat-Israel. Rusia dan China mengutuk serangan terhadap salah satu tokoh berpengaruh di Iran tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin berbelasungkawa. Bagi Putin, penasihat dekat Ayatollah Ali Khamenei adalah sahabat sejati Rusia, karena telah berkontribusi pada pengembangan kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Teheran
"Terimalah belasungkawa terdalam kami atas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani," kata Putin dalam pesan yang ditujukan kepada Khamenei yang diterbitkan oleh penyiar resmi Iran IRIB, menurut media berita Rusia, termasuk kantor berita negara Tass, dilansir Anadolu, Kamis (19/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China Kutuk Serangan Israel
China juga mengutuk pembunuhan Larijani oleh serangan udara Israel. China menilai pembunuhan sejumlah pimpinan negara Iran sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.
Dilansir dari AFP, Kamis (19/3), Beijing adalah mitra dekat Iran tetapi juga mengkritik serangan Teheran terhadap negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS.
"Kami selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam konferensi pers ketika ditanya tentang kematian Larijani.
Pihaknya telah berupaya untuk menengahi perang tersebut, dengan utusan khususnya untuk Timur Tengah, Zhai Jun, bertemu dengan para pejabat tinggi di seluruh wilayah bulan ini.
"China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi regional menjadi tidak terkendali," kata Lin.
Dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Fars, pada Selasa (17/3), Larijani gugur pada usia 67 tahun. AS-Israel melancarkan serangan udara saat Larijani mengunjungi putrinya di pinggiran timur Kota Teheran
(mud/mud)

