detikBali

Banjir Rendam Pintu Masuk Desa Kamasan, Sampah di Drainase Jadi Biang Kerok

Terpopuler Koleksi Pilihan

Banjir Rendam Pintu Masuk Desa Kamasan, Sampah di Drainase Jadi Biang Kerok


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Warga melintasi genangan air dari saluran drainase yang tertutup sampah di pintu masuk ke desa wisata Kamasan, Klungkung, Bali, Sabtu (27/6/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Foto: Warga melintasi genangan air dari saluran drainase yang tertutup sampah di pintu masuk ke desa wisata Kamasan, Klungkung, Bali, Sabtu (27/6/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Jalan raya di pintu masuk kawasan Desa Wisata Kamasan, Klungkung, Bali, terendam banjir. Luapan air saluran drainase yang cukup parah di pintu masuk wilayah tersebut membuat para pengendara kesulitan melintas dan memicu keluhan dari warga sekitar, terutama pedagang setempat.

Pantauan di lokasi, Sabtu (27/6/2026) pagi, genangan air yang menutup badan jalan utama membuat pengendara motor dan mobil harus ekstra hati-hati. Simpang empat di Jalan Puputan dan Nandini, perbatasan antara Desa Tojan dan Kamasan dalam dua hari terakhir berubah menjadi sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak kondisi ini dirasa mengganggu lalu lintas dan ekonomi warga yang menggantungkan pendapatan dari sektor pariwisata dan perdagangan di desa kerajinan tersebut.

Salah seorang warga yang berjualan di kawasan tersebut, Ni Ketut Suartini, mengeluhkan kondisi banjir. Menurutnya, akses jalan yang tertutup air membuat konsumen enggan untuk mampir.

ADVERTISEMENT

"Kalau luapannya sudah lama. Tapi yang besar ini sudah dua harian. Kondisinya cukup parah. Pembeli jadi tidak bisa masuk," keluh Suartini saat ditemui detikBali di lokasi, Sabtu (27/6/2026).

Suartini menerangkan banjir di pintu masuk Kamasan ini dipicu oleh masalah klasik. Sampah kiriman dari wilayah hulu yang dibuang sembarangan hanyut dan menyumbat saluran drainase atau got di sekitar jalan raya, sehingga air tidak mengalir lancar dan meluap ke permukaan.

"Penyebabnya karena banyak sampah dari hulu yang dibuang ke saluran air. Akibatnya drainase got di sini tersumbat total dan airnya langsung meluap ke jalan raya. Itu sampahnya banyak sekali," terangnya.

Senada dengan Suartini, warga lainnya Ketut Resina mengungkapkan penanganan manual di permukaan sudah tidak efektif lagi. Ia menyebut petugas dari dinas terkait sebenarnya sudah sering datang untuk membersihkan saluran, tapi banjir tetap kembali terjadi.

"Beberapa kali memang ada petugas yang datang membersihkan saluran. Namun karena masalahnya sudah cukup parah, jadi tetap saja seperti ini. Mungkin harus dibongkar total," terang Resina.

Selain mengganggu akses lalu lintas, juga perekonomian warga, Resina menjelaskan luapan saluran drainase ini juga kerap memicu kecelakaan. Genangan air menyembunyikan kondisi jalan rusak di bawahnya jadi membahayakan para pengguna jalan.

"Ada beberapa yang terjatuh. Di sana kan ada lubang yang tidak terlihat karena tertutup air. Kalau malam, kadang ada pengendara yang terjatuh. Meskipun lukanya tidak parah, tetapi kondisi ini sangat membahayakan warga," jelasnya.

Kondisi banjir di area city tour ini sangat disayangkan oleh warga. Suartini, Resina, dan warga Kamasan lainnya berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh agar aktivitas warga kembali aman dan normal.




(nor/nor)










Hide Ads