detikBali
Foto Bali

5 Gaya Jennifer Coppen dan Justin Hubner Pakai Busana Adat Bali Saat Resepsi

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Iran Serang Lokasi Fasilitas Nuklir Israel, Netanyahu: Malam yang Sangat Sulit


Kadek Melda Luxiana - detikBali

PM Israel Benjamin Netanyahu saat pidato di Sidang Umum PBB, New York, Jumat (26/9/2025). (YouTube/United Nations)
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: YouTube/United Nations)
Denpasar -

Sebuah rudal Iran menghantam lokasi fasilitas nuklir Israel di Kota Dimona. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut dirinya menghadapi malam yang sangat sulit karena dua serangan rudal langsung di Israel selatan juga mengakibatkan puluhan orang terluka.

Pernyataan itu disampaikan seusai rudal Iran menghantam tempat fasilitas nuklir Israel pada Sabtu (21/3) waktu setempat. Netanyahu pun berjanji akan terus menyerang Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah malam yang sangat sulit dalam pertempuran untuk masa depan kita," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, dilansir dikutip dari detikNews, Minggu (22/3/2026).

"Kami bertekad untuk terus menyerang musuh kami di semua lini," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran Israel melaporkan serangan langsung di sebuah kota di Israel selatan menyebabkan kerusakan parah pada beberapa bangunan. Media Israel menunjukkan bangunan-bangunan yang rusak parah di kota tersebut, sekitar 25 kilometer (15 mil) timur laut Dimona, sebuah kota yang diserang beberapa jam sebelumnya dan memiliki fasilitas nuklir.

Petugas medis Israel mengatakan sekitar 30 orang terluka di kota Arad, Israel selatan. Polisi juga melaporkan adanya puing-puing yang berjatuhan menyusul peringatan akan serangan dari Iran.

Televisi pemerintah Iran juga melaporkan serangan ke Israel sebagai balasan atas serangan terhadap situs nuklir. Amerika Serikat (AS) dan Israel sendiri diketahui menyerang fasilitas nuklir Natanz Iran. Serangan AS-Israel itu dilaporkan organisasi energi atom republik Islam tersebut di tengah suasana Idulfitri.

"Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis yang merebut kekuasaan terhadap negara kami, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini," kata organisasi tersebut dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh kantor berita Tasnim, dilansir AFP, Sabtu (21/3).

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads
LIVE