detikBali

Koster Sebut Arak Kalahkan Red Label, Minta Percepat Tanam Pohon Kelapa

Terpopuler Koleksi Pilihan

Koster Sebut Arak Kalahkan Red Label, Minta Percepat Tanam Pohon Kelapa


Ahmad Firizqi Irwan - detikBali

Petugas menata produk arak Bali yang dipamerkan saat perayaan Hari Arak Bali di Bali Collection, Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (29/1/2023). Kegiatan tersebut digelar dalam upaya memperkokoh perlindungan dan pemberdayaan arak Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali sebagai tonggak perubahan status yang mengangkat keberadaan, nilai, dan harkat arak Bali yang bertujuan melindungi dan memelihara arak sesuai dengan nilai-nilai budaya serta memberdayakan, memasarkan, dan memanfaatkan minuman tersebut sebagai ekonomi rakyat yang berkelanjutan. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/tom.
Ilustrasi arak Bali. (Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)
Denpasar -

Gubernur Bali Wayan Koster mengeklaim penjualan arak Bali mengalahkan minuman alkohol impor macam whisky. Koster mencontohkan penjualan arak Bali di gerai kedatangan dan keberangkatan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai lebih laris dibandingkan jenama Johnnie Walker Red Label.

Menurut Koster, produksi arak Bali kini bersaing dengan minuman alkohol kelas dunia. Ia pun mendorong percepatan penanaman pohon kelapa yang merupakan bahan baku produksi arak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laku keras, (arak Bali) best seller mengalahkan Red Label. Tepuk tangan untuk arak Bali. Jadi luar biasa," ujar Koster saat rapat paripurna ke-28 DPRD Provinsi Bali, Rabu (25/3/2026).

Selain menjadi bahan baku arak, Koster berujar, pohon kelapa juga menjadi sarana upacara adat di Bali. Koster mengatakan sebanyak 17 ribu pohon kelapa telah ditanam di Bali. Ia menyebut konsumsi arak di Bali bisa mencapai 400-600 liter dalam sebulan.

ADVERTISEMENT

"Jadi harus dilakukan percepatan penanaman pohon kelapa, agar ada kelapa dalam waktu empat tahun sudah panen. Dengan demikian, produksi arak terus meningkat karena semakin diminati oleh para wisatawan kita di Bali dan untuk ekspor dapat kita penuhi," imbuh gubernur Bali dua periode itu.

Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Rabu (25/3/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Bali, Rabu (25/3/2026). (Foto: Ahmad Firizqi Irwan/detikBali)

Koster menjelaskan kegetolannya mempromosikan arak membuat banyak pihak menudingnya memiliki bisnis arak. Namun, Koster menegaskan menegaskan dirinya bukanlah seorang pebisnis. Ia mengeklaim hal itu dilakukan agar pendapatan masyarakat Bali yang hidup sebagai petani arak meningkat.

"Mengenai arak Bali, ini gara-gara saya kencang ngurusin itu, dikira saya punya bisnis. Tidak, saya tidak punya bisnis. Saya tidak bisa bisnis," ucap Koster.

Koster bersyukur pemerintah pusat melalui Menteri Perindustrian telah menyambut baik produksi produksi arak Bali. Bahkan, dia melanjutkan, Menteri Perindustrian memberikan izin kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Perumda untuk mengembangkan produksi arak Bali.

"Jadi tidak perlu bayar ratusan juta lagi untuk meningkatkan produksi para pelaku industri arak ini. Ada sekitar 30 koperasi arak di Bali yang selama ini bergelut, namun terkendala oleh perizinan dan modal. Sekarang, sudah mendapat layanan yang cukup baik," kata Koster.

Politikus PDIP itu berharap industri arak Bali semakin berkembang dan berkualitas. Koster pun kembali menyampaikan keinginannya agar arak Bali bisa bersaing dengan minuman dunia lainnya seperti soju Korea, sake Jepang, hingga whiskey Eropa.

"Kita memastikan arak Bali tidak kalah dengan soju, sake, maupun whiskey," imbuh Koster.




(iws/iws)











Hide Ads