detikBali

Terseret Arus Saat Mandi di Sungai Buleleng, Kakek Tewas-Cucunya Hilang

Terpopuler Koleksi Pilihan

Terseret Arus Saat Mandi di Sungai Buleleng, Kakek Tewas-Cucunya Hilang


Sui Suadnyana, Wijaya Kusuma - detikBali

Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban terseret arus di Sungai Daya, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Selasa (7/4/2026) sore. (Dok. Basarnas Buleleng)
Foto: Tim SAR melakukan pencarian terhadap korban terseret arus di Sungai Daya, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Selasa (7/4/2026) sore. (Dok. Basarnas Buleleng)
Buleleng -

Kakek bernama Ketut Budasa (61) terseret arus saat mandi bersama cucunya, Vikram Abinawa (5), di Sungai Daya, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali, Selasa (7/4/2026) sore. Budasa ditemukan tewas oleh warga, sedangkan Vikram masih hilang.

"Dua orang terseret arus sungai. Satu korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan satu korban lainnya masih dalam pencarian," ujar Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 17.25 Wita. Budasa dan Vikram kala itu tengah mandi di Sungai Daya. Namun, derasnya arus tiba-tiba menyeret keduanya hingga hanyut.

Pos SAR Buleleng menerima laporan kakek dan cucunya terseret arus di Sungai Daya sekitar pukul 17.50 Wita. Tim Rescue Pos SAR Buleleng langsung dikerahkan ke lokasi sekitar pukul 18.10 Wita dengan membawa lima personel.

ADVERTISEMENT

"Tim kami bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pencarian terhadap korban yang masih hilang," tegas Donny.

Operasi pencarian dilakukan dengan menyisir aliran Sungai Daya yang dikenal memiliki arus cukup kuat, terutama saat debit air meningkat. Tim SAR mengerahkan peralatan SAR air, perlengkapan medis, serta alat komunikasi guna menunjang proses evakuasi. Pencarian juga melibatkan warga setempat yang turut membantu menyisir bantaran sungai.

Hingga berita ini diterbitkan, Vikram belum ditemukan. Upaya pencarian terus dilakukan dengan memperluas area penyisiran, seiring kekhawatiran korban terseret lebih jauh oleh arus deras.




(dpw/dpw)










Hide Ads