detikBali
Internasional

AS-Iran Gencatan Senjata 2 Pekan, Oposisi Israel: Netanyahu Gagal!

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

AS-Iran Gencatan Senjata 2 Pekan, Oposisi Israel: Netanyahu Gagal!


Novi Christiastuti - detikBali

President Donald Trump listens as Israel’s Prime Minister Benjamin Netanyahu speaks during an arrival at his Mar-a-Lago club, Monday, Dec. 29, 2025, in Palm Beach, Fla. (AP Photo/Alex Brandon)
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: AP Photo/Alex Brandon)
Denpasar -

Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata sementara selama dua pekan. Para pemimpin oposisi Israel mengkritik kesepakatan tersebut. Bahkan, mereka menuduh Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu telah gagal mencapai tujuan perang.

"Tidak pernah ada bencana politik seperti ini sepanjang sejarah kita. Israel bahkan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengenai inti keamanan nasional kita," ujar pernyataan pemimpin oposisi utama Israel, Yair Lapid, via media sosial X, dilansir dari detikNews, Rabu (8/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Militer telah melaksanakan semua yang diminta dari mereka, dan masyarakat menunjukkan ketahanan yang luar biasa, tetapi Netanyau telah gagal secara politik, gagal secara strategis, dan tidak mencapai satu pun tujuan yang telah dia tetapkan sendiri," imbuhnya.

Diketahui, AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan sebagai upaya terakhir untuk mencegah kehancuran total Iran seperti ancaman Presiden AS Donald Trump. Sejumlah pejabat Gedung Putih menyebut Israel juga menyetujui gencatan senjata dan bersedia menangguhkan serangan terhadap Teheran.

ADVERTISEMENT

Kantor Netanyahu sendiri menyatakan Israel mendukung keputusan Trump untuk menangguhkan pengeboman terhadap Iran. Namun, Tel Aviv menegaskan gencatan senjata itu tidak termasuk Lebanon, di mana pasukan Israel bertempur melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Di sisi lain, Netanyahu sebelumnya menetapkan pemusnahan atau melemahkan program nuklir Iran sebagai tujuan utama perang. Dia menggambarkan program nuklir Teheran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.

Netanyahu juga menyerukan netralisasi kemampuan rudal balistik Iran dan melemahkan atau berpotensi menggulingkan rezim Iran. Kemudian, mengekang pengaruh regional Teheran dengan menargetkan jaringan kelompok sekutunya.

"Akan butuh waktu bertahun-tahun bagi kita untuk memperbaiki kerusakan politik dan strategis yang disebabkan Netanyahu karena kesombongan, kelalaian, dan kurangnya perencanaan strategis," kata Lapid.

Kritik lainnya datang dari ketua Partai Demokrat Israel, Yair Golan. Ia menyebut kesepakatan gencatan senjata itu sebagai kegagalan strategis Netanyahu.

"Dia menjanjikan kemenangan bersejarah dan keamanan untuk generasi mendatang, dan dalam praktiknya, kita mendapatkan salah satu kegagalan strategis paling parah yang pernah dialami Israel. Ini adalah kegagalan total yang membahayakan keamanan Israel selama beberapa tahun ke depan," kritik Golan.

Anggota parlemen Israel dan tokoh oposisi, Avigdor Liberman, juga mengecam gencatan senjata tersebut. Dia menyebut gencatan senjata itu memberikan rezim Iran kesempatan untuk melakukan regroup.

"Kesepakatan apa pun dengan Iran yang tidak mencakup penolakan penghancuran Iran, pengayaan uranium, produksi rudal balistik, dan dukungan untuk organisasi teroris di kawasan itu, berarti kita harus kembali ke kampanye lainnya dalam kondisi yang lebih sulit dan membayar harga yang lebih mahal," imbuhnya.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)











Hide Ads