Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau. Kabupaten Karangasem menjadi wilayah dengan potensi karhutla tertinggi.
"Paling rawan terjadi karhurla di Karangasem karena rutin terjadi setiap tahun," ungkap Kepala BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya saat dihubungi detikBali, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Karangasem, BPBD juga memetakan wilayah lain yang berpotensi mengalami karhutla seperti Buleleng, Bangli, Tabanan, Klungkung, dan Denpasar. Kawasan perbukitan serta sekitar Gunung Agung dan Gunung Batur juga masuk kategori rawan.
Menurut Teja, Denpasar juga diperkirakan akan merasakan dampak kebakaran lahan saat musim kemarau. Hal ini pernah terjadi saat kebakaran di TPA Suwung pada 2023.
Jika mengacu pada tahun-tahun sebelumnya, Teja memprakirakan puncak potensi karhutla di Bali terjadi sekitar September hingga Oktober mendatang. Meski begitu, dia berujar, potensi kebakaran tetap bisa terjadi di luar periode tersebut.
"Seperti kebakaran TPA Sente di Klungkung yang terjadi Januari 2024," imbuhnya.
Selain karhutla, BPBD juga memetakan potensi krisis air saat musim kemarau di wilayah Buleleng, Karangasem, Jembrana, dan Klungkung. Sejauh ini, dia melanjutkan, belum ada laporan kekurangan air bersih akibat kemarau.
(iws/iws)










































