detikBali

Jasa Angkut Sampah Ancang-ancang Jual Truk Imbas Larangan Buang Organik

Terpopuler Koleksi Pilihan

Jasa Angkut Sampah Ancang-ancang Jual Truk Imbas Larangan Buang Organik


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Deretan truk sampah yang mengantri panjang di area TPA Suwung, Selasa (9/12/2025).
Truk sampah mengantre menuju TPA Suwung, Denpasar, Bali. (Foto: Dinda Anatasya)
Denpasar -

Para jasa pengangkut sampah di bawah naungan Forum Swakelola Sampah Bali (SSB) berencana menjual truk moci mereka imbas pelarangan membuang sampah organik ke TPA Suwung sejak 1 April lalu.

Ketua Forum SSB, I Wayan Suarta, mengatakan rencana itu sudah mulai disampaikan para anggota di internal forum. Meski begitu, jumlah truk yang akan dijual belum bisa dipastikan.

"Untuk kepastian jumlahnya kita belum tahu. Cuma mereka sudah bilang ke grup di sana mereka menyampaikan. Bisa ada yang diam-diam menjual, ada juga yang membersihkan mobilnya kemudian ditaruh begitu saja," kata Suarta saat dihubungi detikBali, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suarta menjelaskan para pekerja pengangkut sampah kini kebingungan mencari tempat pembuangan sampah organik. Pasalnya, TPST yang disiapkan Pemerintah Kota Denpasar disebut sudah mulai kelebihan kapasitas.

ADVERTISEMENT

"Residu oke lah (dibuang ke TPA Suwung). Itu pun masih ketat di sana kadang-kadang mereka masih dibalikin kan capek ya," jelasnya.

Kondisi ini membuat para pengangkut sampah mulai putus asa. Mereka mengaku bingung harus membuang sampah ke mana saat tetap diminta masyarakat untuk mengangkut sampah.

"Ketika tidak ada yang melayani akhirnya masyarakat yang dirugikan dan tumpukan sampah ada di mana-mana akhirnya yang rugi kita semua termasuk pemerintah, masyarakat karena berdampak pada pariwisata," ungkap Suarta.

Suarta menilai kebijakan pelarangan pembuangan sampah organik ke TPA Suwung terkesan tergesa-gesa. Menurutnya, sistem pengelolaan yang disiapkan belum berjalan maksimal.

"Makanya bilang program dadakan itu tergesa-gesa dipaksakan, di daerah lain juga tidak ada seperti itu," tandasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads