detikBali

Polisi Dalami Dugaan Tren Game Kasus Siswi SD Jatuh dari Lantai 3 Pasar Serangan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Polisi Dalami Dugaan Tren Game Kasus Siswi SD Jatuh dari Lantai 3 Pasar Serangan


Abid Ahmad Ibrahim - detikBali

Prosesi pecaruan rsi gana seusai insiden bocah SD terjatuh dari lantai tiga di Pasar Desa Serangan, Denpasar, Bali, (21/4/2026). (Foto: Maria Christabel DK/detikBali)
Foto: Prosesi pecaruan rsi gana seusai insiden bocah SD terjatuh dari lantai tiga di Pasar Desa Serangan, Denpasar, Bali, (21/4/2026). (Foto: Maria Christabel DK/detikBali)
Denpasar -

Polisi mengungkap perkembangan terbaru kasus siswi SD berinisial KA (13) yang terjatuh dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan, Denpasar Selatan, pada Minggu (19/4) sekitar pukul 17.00 Wita. Hingga kini, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih dalam masa pemulihan pasca operasi.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanitreskrim) Polsek Denpasar Selatan Iptu Azel Arisandi, mengatakan kondisi korban masih syok sehingga pemeriksaan belum bisa dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai saat ini kami belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap korban. Mengingat korban masih masa pemulihan dan masih shock akibat kejadian," ujarnya kepada detikBali, Rabu (22/4/2026).

Meski demikian, polisi telah melakukan pendalaman melalui analisis digital forensik terhadap video yang beredar. Hasilnya, ditemukan bahwa korban menggunakan lagu berjudul My Time milik Bo En, yang diketahui juga digunakan dalam game Omori.

ADVERTISEMENT

Dalam game tersebut, terdapat adegan tragis yang memperlihatkan karakter utama melompat dari gedung.

"Dari hasil penyelidikan digital forensik bahwa lagu yang digunakan oleh korban untuk joget seperti pada video berjudul 'My Time' oleh Bo En, lagu yang digunakan pada game Omori. Game tersebut terdapat adegan tragis dimana karakter utama melompat dari gedung," jelas Azel.

Dari analisa sementara, polisi menduga aksi korban berkaitan dengan tren yang terinspirasi dari konten dalam game tersebut.

"Hasil analisa sementara, diduga korban membuat tren yang terinspirasi dari sebuah game Omori," tambahnya.

Azel menegaskan penyelidikan masih terus berlanjut untuk memastikan motif pasti di balik kejadian tersebut. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah analisis dilakukan secara menyeluruh.

Sebelumnya, seorang siswi SD berinisial KA nekat meloncat dari lantai tiga Pasar Desa Adat Serangan, Denpasar, setelah berjoget sambil merayakan ulang tahun. Aksi ekstrem itu memicu sorotan terhadap dugaan pengaruh game horor-psikologis yang dikonsumsinya.

Dalam video yang beredar, terdengar lagu yang diputar siswi tersebut merupakan soundtrack dari salah satu game horor-psikologis. Warganet kemudian mengaitkan kejadian itu dengan game tersebut.

Psikolog Wangsa Ayu Vidya Loka menjelaskan, dari perspektif psikologis, otak anak dan remaja, terutama bagian prefrontal cortex yang berfungsi untuk pengambilan keputusan, kontrol impuls, dan pertimbangan konsekuensi, belum berkembang sepenuhnya.

"Dalam situasi tertentu, anak bisa melakukan tindakan ekstrem bukan karena benar-benar ingin mengakhiri hidup, tetapi karena dorongan sesaat, keinginan mencoba, mencari perhatian, atau mengikuti sesuatu yang dilihat tanpa memahami sepenuhnya makna dan akibatnya," kata Vidya, Rabu (22/4/2026).




(nor/nor)










Hide Ads