detikBali

Niat Puasa Dzulhijjah 2026 untuk Malam dan Siang Hari, Simak Bacaan Lengkapnya

Terpopuler Koleksi Pilihan

Niat Puasa Dzulhijjah 2026 untuk Malam dan Siang Hari, Simak Bacaan Lengkapnya


Tim detikBali - detikBali

Ilustrasi Puasa Ngapit
Ilustrasi Puasa. Foto: Cottonbro Studio/Pexels
Denpasar -

Menjelang Hari Raya Idul Adha, umat Muslim dianjurkan melaksanakan puasa Dzulhijjah yang diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Puasa sunnah ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki nilai ibadah yang besar.

Berikut bacaan niat puasa Dzulhijjah 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Niat Puasa Dzulhijjah

Mengutip NU Online, niat puasa Dzulhijjah dapat dibaca sejak malam hari, yakni mulai terbenam matahari hingga sebelum terbit fajar. Berikut adalah lafal niatnya:

ADVERTISEMENT

1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'âlâ."

Karena termasuk puasa sunnah, umat Muslim yang lupa berniat pada malam hari masih diperbolehkan membaca niat pada siang hari. Ketentuannya, niat dilakukan sebelum waktu zuhur dan belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Berikut lafal niat ketika siang hari:

1. Niat puasa dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi 'an adâ'i syahri dzil hijjah sunnatan lillâhi ta'âlâ.

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta'âlâ.

Jadwal Puasa Dzulhijjah

Mengutip laman Baznas, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Berikut jadwal puasa Dzulhijjah 2026:

  • 1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
  • 2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
  • 3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
  • 4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
  • 5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
  • 6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
  • 7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Berikut ini keutamaan puasa Dzulhijjah sebagaimana dilansir dari NU Online.

1. Dilipatgandakan pahala

Pahala ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendapatkan pelipatan pahala dibanding ibadah di bulan lainnya. Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar (HR At-Tarmidzi).

Maksud dari sebanding dengan satu tahun puasa pada hadits di atas adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan.

2. Penghapusan dosa

Berpuasa pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) dapat menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah saw bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

Artinya: Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu (HR Muslim).

Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil.

3. Hari pembebasan dari siksa neraka

Termasuk keutamaan hari Arafah adalah Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari ini dibanding hari-hari lainnya. Rasulullah saw bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

Artinya: Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata, "Apa yang mereka inginkan?" (HR Muslim).




(nor/nor)










Hide Ads