Idul Adha bukan hanya momen ibadah penting bagi umat Islam, tetapi juga membawa berbagai tradisi unik yang terdapat di berbagai negara di seluruh dunia. Hari Raya Kurban yang mencakup beberapa tradisi, seperti penyembelihan hewan kurban, berkumpul bersama keluarga, serta mengadakan festival budaya yang penuh kesan.
Setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam merayakan hari besar ini. Tak hanya di Indonesia yang punya tradisi takbir keliling, berbagai negara di belahan dunia juga memiliki tradisi khusus untuk merayakan Idul Adha. Negara mana saja? Simak yuk ulasan lengkapnya berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana Tradisi Idul Adha di Berbagai Negara?
1. Arab Saudi
Menjelang Idul Adha, penjualan hewan kurban juga marak di Riyadh, Arab Saudi. Penjualan dilakukan di atas mobil bak terbuka. Foto: REUTERS/AHMED YOSRI |
Salah satu tradisi paling menonjol dari negara ini adalah penyembelihan unta sebagai hewan kurban. Nantinya daging hasil sembelihan ini didistribusikan kepada masyarakat setempat serta ke negara-negara lain di wilayah Asia Tengah, Selatan, dan Afrika.
2. Pakistan
A Pakistani man leads his camel to market ahead of the Eid al-Adha holiday in Lahore, Pakistan, Sunday, July 3, 2022. Eid al-Adha, the most important Islamic holiday, marks the willingness of the Prophet Ibrahim, Abraham to Christians and Jews, to sacrifice his son. During the holiday, which in most places lasts four days, Muslims slaughter sheep or cattle, distribute part of the meat to the poor. (AP Photo/K.M. Chaudary) Foto: AP/K.M. Chaudary |
Idul Adha di Pakistan berlangsung selama empat hari dan dianggap sebagai hari libur yang resmi. Para lelaki melakukan salat Idul Adha, kemudian kembali ke rumah masing-masing untuk menyembelih binatang kurban. Hewan kurban biasanya disimpan di rumah masing-masing atau di tenda-tenda bersama bagi mereka yang tinggal di apartemen. Setelah melakukan proses penyembelihan, dagingnya dibagi kepada orang-orang, serta orang yang datang bertamu kerumah.
3. Uni Emirat Arab
Berlangsung selama 3-4 hari, umat Muslim di negara ini merayakan Idul Adha dengan berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat lalu berbagi makanan-makanan manis, serta anak-anak yang akan mendapatkan amplop berisi uang.
4. Tajikistan
Setelah melakukan salat Id, umat Muslim akan berkunjung ke rumah keluarga dan kerabat mereka. Anak-anak mengenakan pakaian terbaik mereka dan menerima uang serta manisan. Setelah itu, daging kurban dibawa pulang, anak-anak dari setiap keluarga akan membuat makanan untuk disajikan.
Mulai dari hidangan pembuka yang terdiri dari buah-buahan dan biskuit. Setelah itu, hidangan utamanya adalah daging, lalu diakhiri dengan penganan manis. Para tetangga bisa datang ke rumah dan makan bersama karena makanan lebaran Idul Adha di sini dibuka bagi siapa saja.
5. Kanada
Pada hari raya Idul Adha dan Idul Fitri, berbagai acara diselenggarakan oleh The Muslim Association of Canada (MAC) di Kanada. Acara-acara yang diselenggarakan biasanya seperti karnaval, festival, pertandingan olahraga, hingga kompetisi olahraga. Bahkan acara-acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh politik yang mengucapkan selamat hari raya Idul Adha bagi umat Muslim di Kanada.
6. Iran
Berbeda dengan negara-negara lain yang membagikan makanan manis, di Iran, hidangan Idul Adha identik dengan makanan yang gurih asin yang lezat. Daging kurban di sini juga biasanya diolah menjadi kebab dan haleem, atau hidangan daging yang direbus dan disajikan dengan gandum atau jelai.
7. Maroko
Di Maroko, persiapan untuk merayakan Idul Adha dimulai tiga hari sebelum hari raya, dimana umat Islam membalurkan henna pada tanduk hewan yang dikurbankan, dan dianggap sebagai tanda kebaikan. Satu minggu sebelum hari Idul Adha, para peternak biasanya sudah mulai menjual hewan yang akan digunakan untuk kurban. Mempersiapkan dengan baik dan benar, memastikan bahwa hewan yang dijual siap untuk dipakai sebagai hewan kurban.
8. Filipina
Di Filipina, Hari Raya Idul Adha diperingati sebagai hari libur di wilayah-wilayah yang penduduknya mayoritas beragama Islam, kecuali di kota-kota besar. Perayaan Idul Adha di sini juga hanya berlangsung dalam satu hari saja. Tradisi unik dari negara ini adalah setelah berkumpul dan memakan daging bersama keluarga biasanya tuannya rumah akan meletakkan uang di bawah kursi, dan uang itu kemudian menjadi milik orang yang duduk di kursi tersebut.
Dengan mengetahui tradisi perayaan Idul Adha di berbagai negara dengan ciri khasnya masing-masing namun tetap berpegang dengan satu nilai menjadi bukti bahwa perayaan ini bukan hanya soal momen ibadah, tapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan.
(nor/nor)












































