Uji coba mesin pirolisis di Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) Center Karangdadi, Kusamba, Klungkung, Bali, kembali mengalami penundaan. Agenda uji coba yang awalnya dijadwalkan pada awal Juni diundur ke awal Juli akibat belum tibanya mesin pemilah dan generator pendukung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Klungkung I Komang Aswin mengatakan sejauh ini komponen utama yang telah berhasil dirakit meliputi mesin pirolisis berkapasitas 750 kilogram (kg), sistem pendingin, dan jalur pengolahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan ada dua mesin pirolisis besar yang sampai saat ini belum selesai terpasang. Selanjutnya yang masih kurang adalah tiga kontainer logistik yang mengangkut mesin pemilah dan generator. Kata Aswin, mesin dari Cook Island yang dirakit di China itu dijadwalkan tiba besok.
"Besok akan datang tiga kontainer mesin pemilah dan generatornya. Selanjutnya dirakit. Kalau yang dua ini perakitannya tidak lama, sehari atau dua hari saja, yang lama itu yang besar-besar. Dua mesin yang besar-besar ini belum lho," terang Aswin pada awak media, Rabu (3/6/2026).
Aswin memperkirakan jika uji coba pirolisis yang dikelola PT Inpac Solutions Indo bersama PT Bali Bersih Bersinar itu sudah bisa dilakukan akhir Juni.
Sementara Bupati Klungkung I Made Satria menerangkan akan langsung turun ke TOSS Center untuk melakukan pelaksanaan uji coba pada awal Juli mendatang. Kendati tertunda, Satria optimistis teknologi pirolisis dari Cook Island yang mampu mengolah hingga 400 ton sampah per hari ini akan mempercepat pembersihan gunungan sampah residu, baik di TOSS Center maupun di berbagai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tingkat desa di seluruh wilayah Klungkung yang rata-rata menghasilkan sekitar 200 ton sampah per hari.
Mengingat kapasitas mesin yang sangat besar dan melebihi volume sampah lokal, Pemkab Klungkung kini mulai bergerak cepat membangun koordinasi dengan daerah tetangga seperti Gianyar dan Bangli agar operasional perusahaan pengolah sampah ini tetap berjalan berkelanjutan.
Skema kerja sama tersebut nantinya akan diikat melalui Nota Kesepahaman (MoU) pengiriman sampah ke Klungkung, di mana pihak tetangga dipastikan menyambut baik rencana ini, meski pengerjaan teknis serta pembahasan regulasi lainnya masih akan dibahas lebih lanjut.
"Betul. Untuk mengantisipasi kekurangan sampah, kami sudah coba membangun komunikasi dengan Bangli dan Gianyar," jelas Satria.
(nor/nor)










































