detikBali
Tabanan

Stigma Sekolah di Desa, SMPN 5 Pupuan Terancam Kekurangan Siswa

Terpopuler Koleksi Pilihan
Tabanan

Stigma Sekolah di Desa, SMPN 5 Pupuan Terancam Kekurangan Siswa


I Dewa Made Krisna Pradipta - detikBali

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama. (Foto: Dok. Istimewa)
Tabanan -

SMPN 5 Pupuan terancam kekurangan siswa pada tahun ajaran baru. Ironisnya, banyak lulusan sekolah dasar (SD) di Desa Munduk Temu, Kecamatan Pupuan, justru memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah lain hingga ke luar kabupaten.

Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan turun tangan. Sekolah yang berada di wilayah pedesaan itu dinilai kalah pamor akibat stigma sekolah favorit hingga persoalan akses.

Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, mengatakan pihaknya telah turun langsung ke lokasi dan mengumpulkan tokoh masyarakat, pemerintah desa, bendesa adat, komite sekolah, hingga SD pendukung guna memperkuat komitmen bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut dilakukan agar lulusan SD di wilayah setempat tetap melanjutkan pendidikan ke SMPN 5 Pupuan dan tidak memilih sekolah di luar daerah.

ADVERTISEMENT

"Ada tiga SD pendukung di wilayah tersebut dan sudah kami undang. Harapannya tidak ada lagi warga yang memilih sekolah ke luar daerah, padahal di desa sudah ada SMP. Soal stigma sekolah favorit, sekarang ini sudah tidak ada istilah seperti itu," ujar Darma Utama, Rabu (3/6/2026).

Menurut Darma Utama, pemerataan jumlah siswa penting dilakukan untuk menjaga keberlangsungan sekolah-sekolah di pedesaan. Upaya tersebut juga untuk mencegah penumpukan siswa di sekolah perkotaan maupun SMP lain di wilayah Pupuan.

Ia menilai dari sisi mutu, sarana prasarana, dan tenaga pendidik, SMPN 5 Pupuan sudah sangat memadai. Sekolah tersebut juga telah direhabilitasi beberapa tahun lalu dan hasil evaluasi pendidikan disebut menunjukkan kualitas yang baik.

Sementara itu, Kepala SMPN 5 Pupuan I Putu Suarta mengakui jumlah siswa pendukung dari SD sekitar masih terbatas. Tahun ini, total lulusan dari tiga SD pendukung hanya sekitar 32 siswa. Padahal, target penerimaan siswa baru mencapai dua rombongan belajar (rombel) dengan masing-masing 20 siswa.

"Tahun lalu kami hanya mendapat 14 siswa dari dua rombel. Tahun ini mudah-mudahan bisa memenuhi target," tuturnya.

Suarta menyebut sebagian lulusan SD di Desa Munduk Temu selama ini lebih memilih sekolah ke SMP lain di Pupuan hingga ke wilayah Kabupaten Buleleng, seperti SMPN 5 Busungbiu.

Berbagai upaya telah dilakukan pihak sekolah, mulai dari koordinasi dengan tokoh masyarakat hingga pembuatan surat pernyataan dukungan. Namun, persepsi soal fasilitas sekolah yang dianggap kurang memadai masih menjadi kendala di masyarakat.

"Padahal fasilitas seperti lapangan basket dan voli sudah ada. Termasuk guru sudah lengkap. Hanya lapangan sepak bola yang belum tersedia karena keterbatasan lahan," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads