detikBali
Internasional

Netanyahu Mau Maju Pemilu Israel Lagi Usai Diragukan Donald Trump

Terpopuler Koleksi Pilihan
Internasional

Netanyahu Mau Maju Pemilu Israel Lagi Usai Diragukan Donald Trump


Firda Cynthia Anggrainy - detikBali

Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu arrives for a press conference in Jerusalem on March 19, 2026. Netanyahu said on March 19 that Israel and the US were winning the war against Iran, with the Islamic republic decimated and unable to enrich uranium or manufacture ballistic missiles. He insisted Israel had acted alone in striking Irans massive South Pars gas field, while confirming that the US president had asked Israeli forces to hold off on such attacks moving forward. (Photo by Ronen Zvulun / POOL / AFP) /
PM Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: AFP/RONEN ZVULUN)
Denpasar -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu akan kembali mencalonkan diri dalam pemilihan umum (pemilu) nasional Israel. Pengumuman itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertanyakan apakah pria berusia 76 tahun itu akan maju dalam pemilihan.

Keputusan itu diumumkan oleh Partai Likud, partai sayap kanan yang dipimpin Netanyahu. Seperti diketahui, Netanyahu merupakan Perdana Menteri Israel dengan masa jabatan terpanjang dan telah memimpin negaranya melalui tiga tahun perang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perdana Menteri Netanyahu akan maju dalam pemilihan berikutnya dan, jika Tuhan menghendaki, dia akan menang," kata partai tersebut di Telegram, dikutip dari detikNews, Rabu (10/6/2026).

Netanyahu sebelumnya mengatakan dia akan mencalonkan diri kembali dalam pemilihan yang dijadwalkan akan diadakan pada akhir Oktober. Dia telah menjabat sebagai perdana menteri selama hampir dua dekade dalam beberapa periode.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Trump mengatakan dirinya tidak yakin tentang niat Netanyahu. Hal itu diungkapkan secara terbuka oleh Trump kepada ABC News.

"Saya tidak tahu, dia memiliki karier yang luar biasa. Apakah dia ingin melanjutkan?" kata Trump.

"Karena, Anda tahu dia adalah perdana menteri di masa perang," sambungnya.

Masa depan politik Netanyahu tidak hanya dibayangi oleh ketegangan dengan Washington, tetapi juga oleh serangkaian masalah kesehatan. Ia baru-baru ini mengungkapkan bahwa para ahli bedah telah berhasil mengangkat 'tumor ganas kecil stadium awal' dari prostatnya.

Netanyahu sendiri telah beberapa kali dirawat di rumah sakit sejak kembali menjabat pada Desember 2022. Pada Maret 2024, ia menjalani operasi hernia, sebelum menjalani operasi pembesaran prostat pada Desember tahun yang sama.

Saat ini, Netanyahu sedang melancarkan perang di tiga front yang saling terkait. Di Gaza, Israel melanjutkan operasi militer melawan Hamas meskipun ada gencatan senjata di wilayah Palestina.

Berikutnya di Lebanon, Israel melancarkan kampanye melawan gerakan Hizbullah yang didukung Iran meskipun ada gencatan senjata di sana. Sementara di Iran, Israel bergabung dengan sekutunya, AS, dalam melancarkan gelombang serangan yang menewaskan sebagian besar pemimpin negara itu.

Artikel ini telah tayang di detikNews. Baca selengkapnya di sini!




(iws/iws)










Hide Ads