Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung mengungkapkan sejumlah fakta terkait penangkapan sejumlah anak punk yang tinggal di sebuah bangunan kosong yang menyerupai rumah di kawasan Kuta, Badung. Lokasi tersebut tepat berada di simpang Jalan Imam Bonjol, perbatasan Kota Denpasar dan Kabupaten Badung, Bali.
Meski berkali-kali kena razia, mereka diduga tidak kapok lantaran mampu meraup penghasilan besar dari hasil mengamen dan menjadi manusia silver di perempatan jalan. Komandan Regu (Danru) Satpol PP BKO Kuta I Wayan Suantara membeberkan rata-rata dalam sehari anak-anak punk itu mendapatkan duit Rp 600 ribu.
"Dia melakukan aktivitas mungkin selama empat jam atau lima jam (menjadi manusia silver)," ujar Suantara, Rabu (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sering Pesta Miras
Selain mengamen di persimpangan jalan, Suantara berujar, beberapa dari mereka juga kerap berkumpul dan mengonsumsi minuman keras di sekitar lokasi. Satpol PP selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Sosial Badung setelah mengamankan sembilan anak jalanan tersebut.
Suantara menjelaskan saat petugas Satpol PP mendatangi rumah kosong itu, ada sembilan anak punk yang sedang tidur. "Kami temukan pada waktu itu dia sedang tidur, jumlahnya sembilan orang," ujar Suantara.
Penertiban tersebut berawal ketika petugas Satpol PP dan pecalang Banjar Abianbase Kuta menelusuri keberadaan manusia silver dan anak punk yang kerap beraktivitas di kawasan tersebut. Petugas akhirnya menemukan markas anak jalanan tersebut di rumah kosong yang tak jauh dari lampu merah.
Meski telah diberikan pembinaan, para manusia silver tersebut ternyata masih bertahan di lokasi. Satpol PP kembali melakukan penertiban pada Rabu pagi.
Sudah Berusia Dewasa
Berdasarkan pendataan petugas, anak jalanan yang diamankan itu berasal dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebanyak enam orang membawa identitas diri berupa KTP, sedangkan tiga orang lainnya tidak membawa tanda pengenal.
"Rata-rata usianya sudah di atas 17 tahun, sudah dewasa semua," imbuh Suantara.
Petugas juga sempat menginterogasi anak jalanan tersebut. Menurut Suantara, mereka mengaku bisa memperoleh pendapatan antara Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu dari mengamen dan menjadi manusia silver.
(hsa/hsa)










































