Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung akan merotasi besar-besaran terhadap juru pungut retribusi pasar. Rotasi itu dilakukan untuk mengevaluasi dugaan kebocoran retribusi. Terlebih, Pemkab Klungkung tahun ini menargetkan pendapatan Rp 15 miliar dari retribusi pasar.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMKMPP) Klungkung, Komang Dharma Suyasa, mengatakan evaluasi kinerja petugas pasar, terutama juru pungut retribusi, sangat diperlukan. Apalagi, jika melihat hasil rotasi awal, terjadi peningkatan pendapatan yang cukup signifikan.
Suyasa mengungkapkan banyaknya petugas yang sudah terlalu lama di satu lokasi menyebabkan mereka berada pada zona nyaman. Hal itu berpotensi mereka melakukan kecurangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beberapa kali kami sudah lakukan inspeksi, kami lakukan pengawasan, juga pembinaan. Tetapi, kalau tidak bisa dan tidak mau dibina, maka kami binasakan saja. Saya selaku pimpinan akan menindak tegas petugas yang berani bermain curang. Siapa pun backup-nya di belakang," kata Suyasa kepada detikBali, Kamis (11/6/2026).
Suyasa juga menegaskan agar para petugas tidak lagi menganggap remeh persoalan pungutan. Musababnya, hasil retribusi pasar selama ini jauh dari potensi yang ada sehingga dibutuhkan evaluasi besar-besaran. Rotasi akan diawali evaluasi akhir bulan ini.
"Setelah Galungan-Kuningan ini akan kami mulai lakukan evaluasi tersebut. Rotasi awal sudah kami lakukan dan hasilnya cukup signifikan. Selanjutnya, rencana akan kami lakukan rotasi besar-besaran," terang Suyasa.
Penindakan terhadap juru pungut nakal di pasar akan terus dilakukan. Suyasa menegaskan tidak akan tebang pilih dalam melaksanakan hal tersebut karena tujuan utamanya adalah memenuhi target pendapatan daerah dari retribusi pasar.
"Dan kami tidak pandang bulu siapa pun backup-nya di belakang. Mari kita bekerja bersama-sama untuk membangun Klungkung yang Mahottama," imbuh Suyasa.
Suyasa menuturkan target retribusi sebesar Rp 15 miliar pada tahun ini mencakup empat pasar di Klungkung. Keempat pasar itu adalah Pasar Mentigi di Nusa Penida, Pasar Kusama, Pasar Semarapura, dan Pasar Galiran.
Target retribusi di Pasar Mentigi dan Pasar Kusamba masing-masing Rp 500 juta. Sementara target besarnya adalah di Pasar Semarapura dan Pasar Galiran yang mencapai Rp 14 miliar. "Kami optimistis bisa mencapai target," terang Suyasa.
Retribusi pasar yang dipungut meliputi parkiran, pelataran (pedagang dengan mobil), los, dan kios. Selain empat tersebut, DKUMKMPP Klungkung akan menggali potensi pendapatan lain yang belum dikelola.
Target retribusi Rp 15 miliar pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya mencapai Rp 13 miliar. Target retribusi pada tahun sebelumnya tidak mencapai target. "(Capaiannya) sekitar 80%. Waktu itu saya belum memimpin di sini," terangnya.
(hsa/hsa)










































