detikBali

76% Warga Sudah Pilah Sampah, Badung Optimistis Setop Kirim ke TPA Suwung

Terpopuler Koleksi Pilihan

76% Warga Sudah Pilah Sampah, Badung Optimistis Setop Kirim ke TPA Suwung


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Suasana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, Bali pada Sabtu (5/8/2023).
Suasana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, Bali. (Foto: Ni Made Lastri Karsiani Putri/detikBali)
Badung -

Sebanyak 76 persen warga Kabupaten Badung tercatat sudah sadar dan mulai memilah sampah dari rumah. Modal sosial yang tinggi ini membuat Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa optimistis wilayahnya bisa segera mandiri sampah tanpa bergantung pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

"Malah dengan pemilahan ini, jauh lebih optimal, di mana-mana pun harus dipilah. Pola pikir kesadaran masyarakat itu sudah ada sekarang, malahan berdasarkan data kan sudah 76 persen," ujar Adi Arnawa saat ditemui usai penyerahan bantuan uang hari raya, Kamis (11/6/2026).

Pemkab Badung menegaskan komitmen untuk terus menerapkan pola pemilahan sampah dari sumber secara konsisten. Kebijakan ini dipertahankan karena dinilai terbukti mampu mengurangi beban pengelolaan sampah di berbagai negara maju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari semuanya itu, tentu saya berharap ekosistem penanganan di Badung ini, penanganan sampah ini bisa jalan. Saya berharap juga nanti ke depan ini, kalau bisa zero kan, kosong, nol lah gitu," tegas Bupati asal Pecatu, Kuta Selatan itu.

ADVERTISEMENT

Langkah Badung juga merespons pernyataan Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, yang melonggarkan izin pembukaan TPA dengan syarat tidak menggunakan sistem penimbunan terbuka (open dumping). Meski ada kelonggaran dari pemerintah pusat, Badung tetap membatasi pengiriman sampah dan hanya menjadikan TPA Suwung sebagai tempat penampungan residu.

"Karena apa yang diucapkan Pak Menteri, open dumping juga ada yang diberikan. Nah, kalau ini bisa ditangani dengan baik, misalnya pihak ketiga bisa bekerja sama dengan TPS3R, saya kira tidak akan ke TPA Suwung lagi," papar politikus PDIP itu.

Upaya percepatan juga difokuskan pada sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka) yang menyumbang 45,5 persen atau sekitar 364 ton dari total 800 ton sampah harian di Badung. Sektor ini ditargetkan masuk ke ekosistem Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), agar tidak lagi membuang sampah melalui pihak ketiga langsung ke TPA.

"Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan sudah saya perintahkan untuk mengadakan lomba kebersihan, nanti penilaiannya dimatangkan lagi dalam Mangupura Award. Dalam lomba ini, sebuah wilayah akan dinilai dari proses penanganan sampah di sumber, kemudian pemanfaatan TPS3R, dan terakhir penggunaan TPST," pungkas Adi Arnawa.




(dpw/dpw)










Hide Ads