detikBali

Kolaborasi BTID dan Yowana Serangan Hidupkan Festival Penjor 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026

Kolaborasi BTID dan Yowana Serangan Hidupkan Festival Penjor 2026


Rizki Setyo Samudero - detikBali

Yowana Serangan saat membuat penjor menjelang Festival Penjor Serangan pada 22-25 Juni 2026.
Yowana Serangan saat membuat penjor menjelang Festival Penjor Serangan pada 22-25 Juni 2026. (Foto: Dok. PT BTID)
Denpasar -

PT Bali Turtle Island Development (BTID) kembali menjalin kolaborasi dengan yowana atau pemuda-pemudi banjar di Desa Serangan, Denpasar, untuk menggelar Festival Penjor 2026.

Kepala Departemen Komunikasi PT BTID, Zefri Alfaruqy, mengatakan PT BTID hadir mendampingi masyarakat Desa Serangan melalui dukungan dan pembinaan bagi enam banjar, yakni Banjar Dukuh, Peken, Ponjok, Kawan, dan Banjar Tengah.

Dalam kolaborasi tersebut, PT BTID berperan sebagai mitra para pemuda dengan membantu memperluas jaringan, menggalang pendanaan, hingga mempromosikan Festival Penjor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat mengagumi bagaimana masyarakat Bali memuliakan kesucian momen Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kami ingin komitmen kami dalam merangkul dan maju bersama muda-mudi di Desa Serangan, terus berjalan," ujar Zefri dalam keterangan resminya, Sabtu (20/6/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Zefri, keterlibatan PT BTID dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual sekaligus apresiasi kepada generasi muda yang terus menjaga tradisi budaya Bali.

"Kami berharap agar sinergi dan semangat kolaborasi ini dapat terus menginspirasi para Yowana dalam menjaga keindahan tradisi budaya dan warisan leluhurnya dengan penuh kebanggaan," jelasnya.

Festival Penjor di Desa Serangan dijadwalkan berlangsung pada 22-25 Juni 2026. Penilaian penjor akan melibatkan budayawan dari Kesiman dan Ubud serta Dinas Kebudayaan Kota Denpasar.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Festival Penjor, Audi, menuturkan antusiasme pemuda banjar pada penyelenggaraan tahun ini sangat tinggi. Menurutnya, hal itu didorong oleh keingintahuan generasi muda terhadap budaya ngayah, nilai gotong royong, serta upaya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

"Semangat ngayah yang ditunjukkan selama proses persiapan menjadi nilai penting yang patut diapresiasi. Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan karya terbaiknya dalam Serangan Penjor Festival 2026, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan melestarikan warisan budaya leluhur," ungkap Audi.




(dpw/dpw)










Hide Ads