detikBali

4 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kesehatan Jantung, Salah Satunya Kesepian

Terpopuler Koleksi Pilihan

4 Kebiasaan Ini Bisa Merusak Kesehatan Jantung, Salah Satunya Kesepian


Suci Risanti Rahmadania - detikBali

Jantung
Ilustrasi kesehatan jantung. (Foto: thinkstock)
Denpasar -

Banyak orang yang menyepelekan sejumlah kebiasaan buruk sehari-hari dapat merusak kesehatan jantung. Umumnya, orang mengetahui

Mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur memang menjadi kunci untuk menjaga kesehatan jantung. Namun, belum banyak yang menyadari bahwa upaya tersebut bisa menjadi sia-sia akibat sejumlah kebiasaan buruk sehari-hari yang kerap dianggap sepele. Salah satunya kesepian.

"Bahkan perubahan gaya hidup yang kecil sekalipun dapat membawa perubahan besar pada kesehatan jantung jika dilakukan secara konsisten," ujar dr Jayne Morgan, seorang spesialis jantung dan direktur klinis COVID Task Force di Piedmont Hospital-Healthcare, Atlanta, seperti dikutip dari detikHealth, Minggu (21/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah empat kebiasaan buruk sehari-hari yang tanpa disadari meningkatkan risiko penyakit jantung.

ADVERTISEMENT

1. Duduk Seharian

Sebuah studi internasional menunjukkan individu yang duduk selama 6 hingga 8 jam sehari memiliki risiko 12-13 persen lebih tinggi untuk meninggal di usia muda dan terkena penyakit jantung. Sementara bagi mereka yang duduk lebih dari 8 jam sehari, risiko tersebut melonjak hingga 20 persen.

Penelitian tersebut merupakan menganalisis lebih dari 100.000 orang di 21 negara dan diterbitkan di jurnal JAMA Cardiology pada Juni 2022. Para peneliti yang mengamati lebih dari 78.000 orang dewasa menemukan bahwa berjalan kaki sebanyak 2.000 hingga 3.800 langkah sehari sudah dapat meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko kematian dini.

Hal ini penting diketahui bagi pekerja yang mengharuskan seseorang untuk duduk di depan meja seharian. Salah satu solusinya, cobalah beristirahat sejenak secara berkala dan berjalan kaki.

American Heart Association (AHA) menyatakan, berjalan cepat setidaknya 150 menit seminggu dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Dengan demikian, berjalan cepat selama 15 menit sebanyak dua kali sehari selama hari kerja sudah mampu membawa perubahan positif.

"Jantung adalah otot sama seperti otot lainnya, jika tidak dilatih, ia akan melemah," kata dr Nicholas Ruthman spesialis jantung di Cleveland Clinic, Ohio.

2. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu Sendiri (Kesepian)

Kebiasaan berikutnya yang dapat meningkatkan risiko serangan jantung adalah isolasi sosial atau kesepian. Menurut ulasan di Journal of the American Heart Association (2022) isolasi sosial dan kesepian juga meningkatkan risiko stroke atau kematian hingga 30 persen.

"Terhubunglah dengan orang lain, meskipun secara virtual," saran dr Ruthmann.

"Selain itu, jika seseorang dan lingkaran pertemanannya fokus pada gaya hidup sehat, mereka akan jauh lebih mudah untuk konsisten," imbuhnya.

Isolasi sosial dan kesepian juga memicu gejala stres kronis. Seiring berjalannya waktu, stres yang berlebihan dapat merusak pembuluh darah di jantung.

Untuk meminimalkan efek buruk stres, seseorang dapat mencari pelampiasan yang positif. Misalkan dengan menceritakan perasaan kepada teman atau anggota keluarga yang dipercaya. Selain itu, bisa juga dengan berolahraga untuk mlepaskan ketegangan mental dengan aktif bergerak sekitar 30 menit sehari.

3. Konsumsi Garam Berlebihan

Mengonsumsi kadar natrium (sodium) yang berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Beberapa makanan olahan dan siap saji yang menyumbang sebagian besar zat garam antara lain mi instan, makanan kaleng, daging asap, camilan asin, dan saus.

Mengonsumsi natrium disarankan tidak lebih dari 2.300 mg per hari (setara dengan 1 sendok teh garam). Untuk hasil yang ideal bagi sebagian besar orang dewasa, batasan konsumsi adalah kurang dari 1.500 mg per hari.

Pakar mengakui faktor ekonomi sering memengaruhi pilihan makanan masyarakat. Sebab, memasak di rumah dengan sayur dan buah segar sering kali terasa lebih merepotkan dibanding membeli makanan cepat saji yang murah tetapi tinggi garam.

4. Kurang atau Terlalu Banyak Tidur

Kebiasaan berikutnya yang tidak baik untuk kesehatan jantung adalah kurang atau terlalu banyak tidur. Jantung bekerja keras seharian, dan jika seseorang kurang tidur, sistem kardiovaskular tidak mendapatkan istirahat yang dibutuhkannya.

Penelitian di Journal of the American Heart Association yang diterbitkan pada Oktober 2022 menegaskan tidur adalah bagian utuh dari kesehatan jantung. Lebih dari sepertiga orang dewasa tercatat kurang tidur (kurang dari 7 jam semalam).

Kurang tidur dan kualitas tidur yang buruk dikaitkan dengan risiko obesitas, hipertensi, dan diabetes yang lebih tinggi. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner hingga 48 persen dan stroke sebesar 15 persen.

Namun, terlalu banyak tidur juga tidak baik. Hasil studi menunjukkan individu yang tidur lebih dari 9 jam semalam memiliki risiko penyakit kardiovaskular 56 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur 7 hingga 8 jam.

Idealnya, manusia membutuhkan 7 hingga 8 jam tidur setiap hari. Tidur berkualitas dan memulihkan energi akan lebih siap menjalani hari dan menjaga gaya hidup sehat.




(iws/iws)











Hide Ads