Niat mencari jodoh cepat justru berujung petaka. Seorang pria di China menikahi wanita yang baru dikenalnya lewat video call lima menit. Sembilan hari setelah resmi menjadi suami-istri, ia memilih mengakhiri pernikahan tersebut.
Pria asal Zhejiang bermarga Gu yang berusia 32 tahun itu kini menjadi perbincangan di media sosial China. Melansir SCMP, pernikahan kilat yang dijalaninya berakhir dengan perceraian setelah sejumlah fakta tentang sang istri terungkap.
Dilansir dari Wolipop, Gu mengaku mengambil keputusan menikah secara terburu-buru karena tekanan keluarga yang ingin dirinya segera berumah tangga. Sebagai anak tunggal, ia merasa harus memenuhi harapan orang tuanya untuk segera menikah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, Gu mendaftar di sebuah biro jodoh lokal dengan biaya sekitar 200 yuan atau setara Rp 525 ribu. Namun, tiga perempuan yang diperkenalkan kepadanya tidak tertarik melanjutkan hubungan. Melihat kondisi tersebut, biro jodoh menawarkan kandidat dari provinsi lain dan menjanjikan proses pernikahan dapat berlangsung hanya dalam dua hari.
Pada April lalu, Gu diperkenalkan dengan seorang wanita berusia 30 tahun asal Provinsi Shaanxi. Berdasarkan profil yang diberikan biro jodoh, wanita tersebut disebut tidak memiliki utang, tidak memiliki catatan kriminal, serta tidak mengidap penyakit serius maupun penyakit keturunan. Ia juga diklaim siap menjalani pernikahan kilat dan bersedia tinggal jauh dari kampung halamannya.
Meski belum pernah bertemu langsung, Gu dan calon istrinya sempat melakukan video call selama sekitar lima menit. Dalam percakapan singkat itu, Gu hanya menanyakan pekerjaan dan kondisi keluarga sang wanita. Sebagian besar pertanyaan justru dijawab oleh pihak biro jodoh.
Biro jodoh juga menjanjikan laporan riwayat kredit dan hasil pemeriksaan kesehatan pranikah sebelum pernikahan dilangsungkan. Karena percaya pada informasi tersebut, Gu dan keluarganya memutuskan melanjutkan proses pernikahan.
Untuk mewujudkan pernikahan itu, keluarga Gu mengeluarkan total biaya mencapai 265.000 yuan atau sekitar Rp 696 juta. Jumlah tersebut mencakup uang mahar sebesar 100.000 yuan dan biaya jasa biro jodoh sebesar 160.000 yuan.
Tiga hari setelah perkenalan, keduanya resmi mendaftarkan pernikahan. Meski telah menikah, keluarga Gu bahkan belum pernah bertemu dengan orang tua mempelai wanita.
Fakta Terungkap Setelah Menikah
Masalah mulai muncul setelah pernikahan berlangsung. Biro jodoh tidak kunjung memberikan laporan kredit maupun hasil pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya dijanjikan. Karena curiga, Gu kemudian mengajak istrinya ke bank untuk memeriksa riwayat kredit secara langsung.
Hasil pemeriksaan itu membuatnya terkejut. Gu menemukan bahwa istrinya memiliki utang sekitar 100.000 yuan atau setara Rp 262 juta. Wanita tersebut mengaku utang itu berkaitan dengan mantan pacarnya dan bukan menjadi tanggung jawab pribadinya.
Tak hanya itu, Gu juga menemukan perbedaan nama pada akun aplikasi pembayaran digital milik istrinya yang seharusnya menggunakan identitas asli. Sehari kemudian, sang istri mengaku memiliki kadar enzim hati yang tinggi dan sedang berusaha menurunkan berat badan. Namun, menurutnya kondisi tersebut tidak memengaruhi kesuburan.
Sembilan hari setelah resmi menikah, Gu memutuskan ingin bercerai. Awalnya istrinya menyetujui keinginan tersebut, tetapi kemudian berubah pikiran dan justru menggugat cerai lebih dulu.
Dalam gugatannya, wanita itu mengaku mengalami depresi akibat permintaan cerai yang diajukan suaminya. Ia menyertakan hasil diagnosis dan menuntut kompensasi sebesar 50.000 yuan atau sekitar Rp 131 juta. Ia juga menuduh Gu menuntut dirinya memakai riasan, mengerjakan pekerjaan rumah, dan segera mencari pekerjaan.
Gugat Biro Jodoh
Di sisi lain, Gu menggugat biro jodoh dan meminta pengembalian biaya jasa sebesar 160.000 yuan atau sekitar Rp 420 juta. Namun, pihak biro menolak permintaan tersebut karena merasa telah berhasil mempertemukan hingga menikahkan pasangan itu.
Mereka bahkan menuding perceraian tersebut hanya rekayasa untuk mendapatkan kembali uang yang telah dibayarkan.
Kasus ini ramai diperbincangkan di media sosial China. Banyak warganet menilai keputusan menikah dalam waktu sangat singkat tanpa saling mengenal secara mendalam merupakan langkah yang berisiko.
Artikel ini telah tayang di Wolipop. Baca selengkapnya di sini!
(dpw/dpw)

