detikBali
Round Up

Layanan RSUD Giri Emas Dikeluhkan: Minim Alkes, Dokter, hingga Oksigen Habis

Terpopuler Koleksi Pilihan BaliNusra Awards 2026
Round Up

Layanan RSUD Giri Emas Dikeluhkan: Minim Alkes, Dokter, hingga Oksigen Habis


Tim detikBali - detikBali

Ruang inap RSUD Giri Emas, Buleleng. (Tangkapan layar video unggahan akun Facebook Yan Jerkey)
Foto: Ruang inap RSUD Giri Emas, Buleleng. (Tangkapan layar video unggahan akun Facebook Yan Jerkey)
Buleleng -

Seorang keluarga pasien begitu kesal dengan keburukan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Giri Emas, Buleleng, Bali. Video kekesalan keluarga pasien terhadap layanan di rumah sakit itu bahkan diviralkan melalui media sosial (medsos).

Video kekesalan keluarga pasien itu diunggah akun Facebook Yan Jerkey. Video berdurasi sembilan menit itu pun diunggah ulang (repost) oleh akun medsos lain hingga viral dan mendapat beragam respons dari warganet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui video yang beredar, keluarga pasien membeberkan sejumlah persoalan yang mereka alami selama menjalani perawatan RSUD Giri Emas. Padahal, ibu dari pria tersebut sudah menjalani rawat inap selama lima hari.

"Sudah lima hari opname. Pakai oksigen, tiba-tiba habis, katanya dari sentra habis," ujar keluarga pasien dalam video tersebut.

ADVERTISEMENT

Tak hanya itu, keluarga pasien juga mempertanyakan keberadaan dokter spesialis yang menangani pasien, khususnya spesialis paru. "Kenapa penyakit paru-paru tidak ada dokter yang jelas menangani, tidak ada dokter spesialis," keluhnya.

Keluhan pria itu juga menyasar pelayanan dasar rumah sakit. Keluarga pasien itu mengungkapkan obat yang seharusnya diberikan setiap waktu makan sempat tidak diterima. Obat baru diberikan setelah mereka menanyakan langsung kepada petugas. Mereka juga menyoroti fasilitas di ruang perawatan yang minim, termasuk ketersediaan seprai.

Bupati Angkat Bicara

Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengungkapkan belum menerima laporan resmi terkait dugaan persoalan pelayanan di RSUD Giri Emas. Meski begitu, ia memastikan akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut.

"Saya belum dapat laporan terkait itu. Nanti saya cek lagi," kata Sutjidra saat dikonfirmasi Rabu (1/7/2026).

Sutjidra juga merespons soal keluhan pasokan oksigen yang sempat habis. Bupati bergelar dokter spesialis obstetri dan ginekologi itu menegaskan rumah sakit semestinya memiliki cadangan sehingga pelayanan kepada pasien tidak terganggu.

"Oksigen habis harusnya ada cadangan. Nanti kami panggil dinas dan kepala rumah sakit," ujar Sutjidra.

Akui Keterbatasan Alkes

Sutjidra mengakui RSUD Giri Emas masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada alat kesehatan (alkes), fasilitas penunjang hingga ketersediaan tenaga medis spesialis. Menurutnya, pembenahan belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena kemampuan fiskal daerah masih terbatas.

"Alkes masih banyak yang perlu diperbaharui, tidak hanya di RSUD Giri Emas. Kami perlu revitalisasi, masih banyak yang harus dikerjakan. Di tengah fiskal yang terbatas, kita kerjakan pelan-pelan sesuai skala prioritas," jelas Sutjidra.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng, lanjut Sutjidra, akan mendata seluruh alat kesehatan yang masih layak digunakan maupun yang harus diganti sebelum dilakukan pengadaan secara bertahap.

"Yang urgen pasti kami penuhi. Secara umum memang belum pernah tersentuh semua. PR kami masih banyak," terang politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Sutjidra juga mengakui fasilitas dan layanan di RSUD Giri Emas belum mampu menangani seluruh kasus medis. Karena itu, pasien dengan kondisi tertentu diharapkan dapat segera dirujuk ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis dan fasilitas lebih lengkap.

"Kalau memang tidak bisa dirawat di sana, khusus yang urgen kami harapkan dikirim ke RSUD yang dokter dan fasilitasnya lebih lengkap," terang Sutjidra.




(hsa/hsa)











Hide Ads