detikBali

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Tiket Pesawat Jepang Ikut Naik Mulai Juni 2026

Terpopuler Koleksi Pilihan

Biaya Bahan Bakar Melonjak, Tiket Pesawat Jepang Ikut Naik Mulai Juni 2026


Muhammad Lugas Pribady - detikBali

A Japan Airlines jet involved in a collision is towed after the FAA said its right wing struck the tail of a Delta Air Lines plane while the aircraft were taxiing at Seattle-Tacoma International Airport, in SeaTac, Washington, U.S. February 5, 2025. REUTERS/David Ryder
Japan Airlines. Foto: REUTERS/David Ryder
Denpasar -

Maskapai penerbangan Jepang, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA), akan menaikkan biaya tambahan bahan bakar untuk rute internasional mulai Juni 2026. Kebijakan ini berpotensi meningkatkan total biaya perjalanan penumpang, meski harga tiket dasar tidak mengalami perubahan.

Dilansir detikTravel, kenaikan tersebut dipicu oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Biaya tambahan bahan bakar merupakan komponen di luar tarif tiket yang diberlakukan maskapai untuk mengantisipasi fluktuasi harga energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Besaran biaya tersebut diumumkan setiap dua bulan. Biaya dihitung berdasarkan harga rata-rata minyak tanah di pasar Singapura dan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Data bulan Februari dan Maret menunjukkan biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan dari Jepang ke Eropa, Amerika, dan Oseania diperkirakan mencapai 55.000 yen (Rp 5,7 juta) di ANA dan 50.000 yen (Rp 5,3 juta) di JAL. Saat ini, biaya tambahan di kedua maskapai masing-masing 31.900 yen (Rp 3,4 juta) dan 29.000 yen (Rp 3 juta).

ADVERTISEMENT

Rute jarak pendek juga terdampak. Misalnya, penerbangan ke China dan Taiwan naik dari 9.400 yen (Rp 1 juta) menjadi 14.300 yen (Rp 1,5 juta) di ANA dan dari 7.400 yen (Rp 790 ribu) menjadi 12.400 yen (Rp 1,3 juta) di JAL. Untuk Korea Selatan dan Vladivostok, biaya tambahan naik dari sekitar 3.000 yen (Rp 320 ribu) menjadi 6.000 yen (Rp 640 ribu).

Maskapai berbiaya rendah seperti Zipair dan Jetstar tidak mengenakan biaya tambahan bahan bakar, tapi kenaikan ini bisa memengaruhi harga tiket secara keseluruhan.

Di tingkat internasional, beberapa maskapai juga menaikkan biaya tambahan. Cathay Pacific, misalnya, menyesuaikan tarif rute Jepang-AS dari 72,90 USD (Rp 1,2 juta) menjadi 149,20 USD (Rp 2,5 juta) per 18 Maret.

Kenaikan tersebut terjadi karena konflik AS dan Israel dengan Iran menekan pasar minyak global, memaksa maskapai menyesuaikan harga bahan bakar jet yang semakin tinggi.

Baca selengkapnya di detikTravel




(nor/nor)










Hide Ads