Penyeberangan kapal cepat dari Bali ke Pulau Lombok dirancang hanya melalui satu pintu masuk di Pelabuhan Senggigi, Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Rencana itu diungkapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini (LAZ) berdasarkan hasil komunikasi dengan Gubernur Lalu Muhammad Iqbal.
"Gubernur merancang Pelabuhan Senggigi itu supaya menjadi pintu masuk pariwisata dari Bali," ujar LAZ, Kamis (9/4/2026).
Ke depan, kapal cepat dari Bali tidak bisa lagi melalui pelabuhan lainnya di Lombok. Seluruh penumpang akan turun di Pelabuhan Sengggi terlebih dahulu. Wisatawan yang hendak menuju kawasan Gili Indah dapat melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi darat ke Pelabuhan Bangsal, Lombok Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang dari Bali ke Lombok harus melalui Senggigi. Ini yang mau dirancang," kata LAZ.
Menurut LAZ, kebijakan ini akan meningkatkan durasi kunjungan wisatawan (length of stay) di kawasan Senggigi maupun Lombok Barat. Selain itu, dia berujar, pemerintah daerah juga akan lebih mudah mendata wisatawan yang masuk dari Bali.
"Kalau saya silakan saja (diterapkan), yang penting cepat implementasinya," imbuhnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat, M Hendrayadi, akan menindaklanjuti rencana tersebut ke Dishub NTB. "Belum ada pembicaraan resmi dari Dishub Provinsi, tapi nanti kami tindaklanjuti hasil koordinasi Gubernur dan Bupati tersebut," ujarnya.
Pelabuhan Senggigi Terapkan E-Tiket Mulai 17 April
Sementara itu, Pelabuhan Senggigi akan menerapkan sistem e-tiket mulai 17 April 2026. Skema tersebut berlaku untuk perjalanan menuju Bali dan Gili Trawangan atau Gili Indah.
Kepala Dishub Lombok Barat, M Hendra, mengatakan penerapan sistem tersebut merupakan hasil kerja sama dengan PT Easybook Indonesia. Nantinya, penumpang diwajibkan membeli tiket secara online melalui aplikasi Easybook Bus Train Ferry Tour atau laman resmi Easybook.com.
"Jadi tidak ada lagi gerai-gerai penjualan tiket dan kami juga tidak menerima uang tunai lagi," ujar Hendra, Kamis.
Meski begitu, Hendra tetap menyiapkan layanan bantuan di pelabuhan bagi penumpang yang mengalami kendala seperti kehilangan ponsel atau teknis lainnya. "Kami bisa fasilitasi dia lewat operator di pelabuhan," jelasnya.
Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menilai sistem e-tiket memberikan sejumlah keuntungan bagi daerah. Salah satunya dapat menekan kesalahan atau manipulasi data penumpang. Menurutnya, pendapatan dari penjualan tiket akan langsung masuk ke kas daerah tanpa melalui perantara.
"Orang yang masuk dari Bali ke Lombok atau sebaliknya melalui Senggigi akan terbaca semua," ujar LAZ.
(iws/iws)










































