detikBali

Menkop Sebut 6.300 Kopdes Energi Terbarukan Siap Beroperasi

Terpopuler Koleksi Pilihan

Menkop Sebut 6.300 Kopdes Energi Terbarukan Siap Beroperasi


Yufengki Bria - detikBali

Menteri Koperasi Ferry Juliantono diwawancarai di Kupang, NTT, Sabtu (25/4/2026).
Menteri Koperasi Ferry Juliantono diwawancarai di Kupang, NTT, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Yufengki Bria/detikBali)
Kupang -

Sebanyak 6.300 Koperasi Merah Putih berbasis energi terbarukan di desa dan kelurahan dipastikan sudah masuk tahap operasional. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyebut seluruh infrastruktur pendukungnya telah rampung.

"Kemudian ada 25 ribuan koperasi yang sekarang dibangun. Dalam tahap operasionalisasi ini tentunya kami konsentrasi terhadap setiap desa dan kelurahan yang masih membutuhkan dukungan dari ketersediaan energi terbarukan," ujar Ferry seusai meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (25/4/2026).

Ia menegaskan, bangunan fisik, gerai, hingga alat kelengkapan koperasi telah selesai 100 persen. Pemerintah kini fokus memastikan pemanfaatan energi terbarukan bisa menjangkau desa dan kelurahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ferry menjelaskan, salah satu upaya yang disiapkan adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala mini dengan kapasitas sekitar setengah megawatt.

ADVERTISEMENT

"Itu bisa didirikan di desa-desa maupun kelurahan yang kemudian dikelola untuk kegiatan bisnis dan keperluan rumah tangga yang dikelola oleh koperasi desa/kelurahan merah putih," jelasnya.

Selain itu, politikus Partai Gerindra tersebut mendorong koperasi desa/kelurahan Merah Putih di NTT tak hanya mengadopsi energi baru terbarukan, tetapi juga terlibat dalam penyediaan SPBU solar untuk nelayan, pabrik es batu, hingga pos wisata.

"Di sini kan sudah bagus ini ada KKMP Manulai 2, itu membeli dari hasil gabah beras lalu dijual sendiri. Kami akan bantu agar koperasi desa/kelurahan bisa bergerak dimana-mana," terang Ferry.

Ia juga menekankan pentingnya koperasi membangun ekosistem usaha secara mandiri. Bagi koperasi yang belum memiliki akses listrik, pemerintah akan mendorong pembangunan PLTS skala mini.

"Di NTT jadi contoh bagus ini. Pak Gubernur dan Pak Wagub selalu semangat untuk membangun koperasi desa/kelurahan merah putih," pungkas Ferry.

Program Energi Koperasi Nasional

Dilansir detikfinance, Kementerian Koperasi Republik Indonesia (Kemenkop RI) bekerja sama dengan PT Energy Absolute GreenX Indonesia meluncurkan Program Kemandirian Energi Koperasi Indonesia (PKEKI). Program ini menjadi salah satu inisiatif energi terbarukan berbasis koperasi terbesar di Asia.

Program tersebut menargetkan implementasi di lebih dari 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia. Inisiatif ini juga merupakan bagian dari arahan strategis Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat kemandirian energi nasional, pemberdayaan ekonomi rakyat, serta transisi menuju pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan program ini merupakan langkah besar bagi bangsa.

"Dengan menggerakkan lebih dari 80.000 koperasi, kita menjadikan koperasi sebagai penggerak utama kemandirian energi, ketahanan ekonomi, dan pertumbuhan berkelanjutan. Ini bukan sekadar program ini adalah gerakan nasional," kata dia dalam siaran pers, Rabu (22/6/2026).




(dpw/dpw)










Hide Ads