Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK, Airlangga Hartarto, mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali. Tak hanya Airlangga, hadir pula Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara Rosan Roeslani serta COO BPI Danantara Dony Oskaria.
Para pejabat pusat itu mengunjungi Sira Village-Grand Outlet Bali pada Jumat (1/5). Sira Village merupakan salah satu proyek unggulan KEK Kura Kura Bali hasil kolaborasi antara PT Bali Turtle Island Development (BTID) dan Mitsubishi Estate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peninjauan para menteri itu disebut sebagai kelanjutan dari arahan Presiden Prabowo terkait pembentukan Special Financial Center atau Pusat Keuangan Kusus di Bali. Proyek itu mengacu pada model Dubai International Financial Centre (DIFC) yang bertujuan menarik arus investasi ke Indonesia.
Dalam kunjungan itu, Menko Airlangga meninjau langsung kesiapan KEK Kura Kura Bali sebagai salah satu kawasan potensial untuk lokasi Pusat Keuangan Khusus tersebut. Ia mengatakan pemerintah tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK Sektor Keuangan, yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global.
"Jadi apa yang (KEK) Kura Kura Bali bisa tawarkan untuk lokasi IFC? Nanti agar dibicarakan langsung dengan Danantara," ungkap Menko Airlangga dalam keterangan tertulis BTID Bali, Jumat.
BTID selaku Badan Usaha Pengelola dan Pembangun (BUPP) KEK Kura Kura Bali juga memaparkan keunggulan ekosistem Knowledge District sebagai lokasi yang tepat bagi KEK Sektor Keuangan. Knowledge District dirancang untuk mendukung ekosistem inovasi terintegrasi dengan mengonversi modal pengetahuan, pendidikan, dan sumber daya manusia menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di Bali.
Presiden Direktur BTID Tuti Hadiputranto mengatakan kunjungan para pejabat pusat ini menjadi konfirmasi atas keselarasan antara program BTID dengan visi besar pemerintah. Ia menyebut KEK Kura Kura Bali bukan sekadar kawasan investasi, melainkan ekosistem hidup yang sudah berjalan.
"Kami telah menyiapkan infrastruktur fisik, kelembagaan, dan kemitraan global yang dibutuhkan untuk menjadikan Kura Kura Bali rumah bagi KEK Sektor Keuangan Indonesia," ujar Tuti Hadiputranto dalam keterangannya, Jumat.
KEK Kura Kura Bali, dia berujar, menyediakan ekosistem pendukung bagi operasional pusat keuangan internasional melalui kehadiran Business Hub yang dirancang sebagai titik temu bagi program Global Blended Finance Alliance (GBFA), business school, serta jalur investasi terdepan di Indonesia.
Knowledge District juga akan diperkaya dengan Pusat Kewirausahaan dan Inovasi, yang menjadi wadah pendidikan berkualitas seperti sekolah interkultural ACS Bali, serta pengembangan riset lingkungan pesisir di International Mangrove Research Center (IMRC).
Sementara itu, Sira Village sendiri dijadwalkan mulai dibuka secara soft opening pada pertengahan tahun ini. Kawasan ini dibangun dengan konsep open-air luxury outlet pertama di Bali. Keterlibatan investor kelas dunia seperti Mitsubishi Estate disebut mencerminkan kepercayaan pasar global internasional terhadap potensi jangka panjang KEK Kura Kura Bali sebagai destinasi investasi unggulan di Indonesia.
KEK Kura Kura Bali, dia melanjutkan, menegaskan kesiapan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia dan Bali khususnya diproyeksikan sebagai pusat gravitasi baru bagi modal, talenta, dan inovasi global.
(iws/iws)










































