detikBali

DAMRI Tak Laku di Nusa Penida, Pemkab Klungkung Kaji Transportasi Baru

Terpopuler Koleksi Pilihan

DAMRI Tak Laku di Nusa Penida, Pemkab Klungkung Kaji Transportasi Baru


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Angkutan umum perintis DAMRI saat baru mulai beroperasi pada 2020 silam di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali.
Angkutan umum perintis DAMRI saat baru mulai beroperasi pada 2020 silam di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali. (Foto: Dok. Istimewa)
Klungkung -

Layanan angkutan umum perintis DAMRI di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali, sudah lama dihentikan. Sejak diresmikan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali pada 2020 lalu, DAMRI terpaksa angkat kaki dari pulau tersebut akibat tingkat keterisian penumpang atau load factor yang rendah.

Kepala Bidang Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Klungkung I Wayan Putra Suijana mengatakan BPTD Bali menarik kembali sejumlah unit angkutan perintis dari pemerintah pusat itu sekitar 2024 lalu. Penarikan dilakukan setelah hasil evaluasi menunjukkan jumlah penumpang sangat minim.

"Jadi dari hasil evaluasi, warga yang menggunakan DAMRI ini kurang dari 30 persen. Di ketentuannya, operasi baru bisa dilanjutkan jika warga yang menggunakan 70 persen ke atas," terang Suijana kepada detikBali, Selasa (12/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Suijana, saat Dishub Klungkung bersama BPTD Bali melakukan uji petik terakhir, jumlah penumpang bus DAMRI hanya lima orang dalam sehari.

ADVERTISEMENT

"Itu waktu kami turun langsung, ada lima penumpang saja yang naik," sambungnya.

Pemkab Kaji Jenis Angkutan Baru

Karena itu, Dishub Klungkung kini tengah menelaah jenis transportasi umum yang dinilai lebih diminati warga Nusa Penida. Kajian itu juga berkaitan dengan rencana pengadaan angkutan siswa gratis (Angsis).

"Jadi karena kita menargetkan angkutan siswa gratis ini ada juga di Nusa Penida, sehingga penting untuk memastikan jenis angkutan umum yang dapat digunakan di sana," terang Suijana.

Sementara itu, Bupati Klungkung I Made Satria menilai angkutan perintis kemungkinan kalah bersaing dengan kendaraan pribadi milik warga. Adapun untuk transportasi wisatawan, angkutan umum perintis kalah saing dengan kendaraan travel.

"Mereka kalah bersaing dengan mobil biasa yang bergerak lebih cepat. Karena akses jalan sempit dan banyak lubang juga," ungkap Satria.

Meski demikian, Satria menegaskan transportasi publik tetap dibutuhkan di Nusa Penida, terutama untuk menekan kemacetan akibat banyaknya kendaraan pribadi. Karena itu, Pemkab Klungkung akan melakukan kajian mendalam terkait jenis angkutan yang sesuai.

"Kami akan mengkaji kenapa transportasi publik di Nusa Penida tidak laku. Mungkin juga karena faktor mobilnya. Transportasi publik tentu penting untuk menekan kemacetan," terang Satria.




(dpw/dpw)










Hide Ads