Pasokan babi di empat kecamatan Tabanan mengalami defisit menjelang Galungan dan Kuningan. Defisit ini disebabkan oleh jumlah ketersediaan lebih sedikit dibandingkan dengan kebutuhan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, kebutuhan babi di Kecamatan Pupuan sebanyak 529 ekor, tetapi ketersediaan hanya 299 ekor. Sementara di Kecamatan Kerambitan, kebutuhan sebanyak 404 ekor dengan ketersediaan hanya 197 ekor.
Selanjutnya, di Kecamatan Tabanan kebutuhan mencapai 419 ekor dengan ketersediaan cuma 232 ekor. Terakhir, di Kecamatan Kediri kebutuhan sebanyak 509 ekor dengan ketersediaan 284 ekor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Bidang (Kabid) Ternak dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, Gede Eka Parta Ariana, mengatakan ketersediaan babi di empat kecamatan sedikit karena sejumlah faktor. Salah satunya soal ketersediaan lahan untuk memelihara babi. Persoalan ini terjadi di Kecamatan Kediri dan Tabanan.
Sementara itu, Kecamatan Pupuan mengalami defisit babi karena kebanyakan warga beternak kambing. Warga di Kecamatan Kerambitan juga sedikit yang memelihara hewan omnivor itu.
Meski empat kecamatan mengalami defisit, ketersediaan babi di Tabanan secara umum mengalami surplus lebih dari 3 ribu ekor. "Total ketersediaan babi mencapai 7.887 ekor, sementara kebutuhan 4.759 ekor," ujar Eka Parta Ariana saat dikonfirmasi Senin (8/6/2026).
Distan Tabanan menggunakan skema distribusi pasokan antar-kecamatan untuk menangani defisit babi di Kecamatan Pupuan, Kerambitan, Tabanan, dan Kediri. Kecamatan Penebel, Baturiti, dan Marga siap memasok babi untuk empat kecamatan yang mengalami defisit karena pasokan melimpah.
"Di Penebel ada 3.627 ekor, Baturiti 2.005 ekor, dan Marga 1.630 ekor. Ketiga wilayah ini diproyeksikan menyuplai kebutuhan ke wilayah yang mengalami kekurangan," tegas Eka Parta Ariana.
Selain distribusi, pengawasan kesehatan ternak juga diperketat. Pemeriksaan kesehatan dilakukan dengan sistem sampling, terutama di daerah yang banyak melakukan pemotongan. Distan Tabanan bahkan menyiapkan 18 dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan ternak mulai Jumat (12/6/2026).
(hsa/hsa)










































