detikBali

Asal-usul Tanjung Menangis di Sumbawa, Legenda Tragis Putri Kerajaan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Asal-usul Tanjung Menangis di Sumbawa, Legenda Tragis Putri Kerajaan


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Pemandangan Tanjung Menangis, Sumbawa, NTB. (Tangkapan layar Google Maps)
Foto: Pemandangan Tanjung Menangis, Sumbawa, NTB. (Tangkapan layar Google Maps)
Sumbawa -

Di balik keindahan lanskap alamnya, siapa sangka bahwa Tanjung Menangis yang terletak di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyimpan sebuah legenda tragis yang mengharukan.

Konon, semenanjung ini tidak terbentuk begitu saja. Sebelum menjadi destinasi wisata seperti sekarang, kawasan Tanjung Menangis dipercaya dulunya merupakan hamparan laut yang secara ajaib berubah menjadi daratan, setelah menjadi lokasi tenggelamnya seorang putri yang meratapi nasibnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, Tanjung Menangis dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di NTB. Di sini, pengunjung dapat menikmati keindahan semenanjung yang dikelilingi pantai, panorama laut, serta tebing yang memukau.

Lantas, seperti apa kisahnya? Berikut asal-usul Tanjung Menangis yang perlu Anda ketahui. Yuk, simak informasi selengkapnya!

ADVERTISEMENT

Sejarah Tanjung Menangis

Diceritakan pada ratusan tahun lalu, Pulau Sumbawa berada di bawah kekuasaan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang datu atau raja bergelar Datu Samawa. Sang raja memiliki seorang putri bernama Putri Lala Intan Bulaeng yang dikenal memiliki paras sangat cantik.

Suatu hari, Tuan Putri mengidap penyakit aneh yang tidak dapat disembuhkan. Mengetahui kondisi tersebut, Datu Samawa melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan nyawa anaknya, mulai dari mencari tabib sakti hingga mengadakan sayembara yang disebarkan ke seluruh penjuru negeri.

Dalam sayembara tersebut dijanjikan, siapa pun yang mampu menyembuhkan Tuan Putri akan memperoleh hadiah. Jika perempuan, akan diangkat sebagai anak, dan apabila laki-laki, akan dinikahkan dengan Tuan Putri.

Mulai dari rakyat biasa maupun para tabib mencoba mengikuti sayembara tersebut, akan tetapi tak seorang pun berhasil menyembuhkan Tuan Putri. Hingga pada suatu ketika, datang seorang kakek tua bernama Daeng Ujung Pandang yang berhasil mengobati Tuan Putri berkat kecerdikan dan kesaktiannya.

Mendengar kabar tersebut, Datu Samawa merasa sangat gembira dan berniat menepati janjinya dengan menikahkan Tuan Putri kepada Daeng Ujung Pandang. Namun, melihat kondisi fisik sang kakek yang sudah tua renta dan bungkuk, Datu Samawa berubah pikiran dan tidak rela menikahkan putrinya.

Alih-alih melangsungkan pernikahan, Datu Samawa menawarkan imbalan berupa harta dalam jumlah besar dengan syarat Daeng Ujung Pandang bersedia membatalkan niatnya untuk menikahi Tuan Putri.

Merasa dikhianati dan diperlakukan tidak adil, Daeng Ujung Pandang menolak tawaran tersebut dan memilih pulang tanpa membawa apa pun dari istana. Dengan perasaan berat, ia kembali ke desanya menggunakan sampan kecil yang disandarkan di sebuah tanjung.

Melihat perlakuan ayahnya, Tuan Putri merasa iba dan segera menyusul Daeng Ujung Pandang ke tanjung tersebut. Sesampainya disana, ia melihat Daeng telah menaiki sampannya. Namun secara ajaib, kakek tua itu berubah menjadi seorang pemuda yang sangat tampan.

Sayangnya, Tuan Putri tidak mampu mengejar sampan yang kian menjauh. Sambil menangis, ia terus berlari hingga ke tengah laut. Tanpa disadari, tubuhnya perlahan tenggelam hingga akhirnya meninggal dunia karena kehabisan napas.

Sejak saat itu, lokasi tempat Tuan Putri berpisah dengan pujaan hatinya dikenal sebagai Tanjung Menangis. Kisah tragis ini kemudian diwariskan sebagai cerita rakyat untuk mengenang peristiwa menyedihkan tersebut.

Makna dan Nilai Moral Legenda Tanjung Menangis

Dalam legenda Tanjung Menangis, terdapat sejumlah nilai moral yang dapat dipetik. Salah satunya adalah pentingnya menepati janji, sebagaimana sikap Datu Samawa yang mudah mengingkari janji hingga berujung pada peristiwa tragis.

Selain itu, legenda ini mengingatkan bahwa seseorang tidak seharusnya dinilai hanya dari penampilan fisik, melainkan juga dari kepribadian dan ketulusan hatinya. Oleh karena itu, legenda Tanjung Menangis tidak hanya menjadi cerita rakyat yang melatarbelakangi terbentuknya suatu tempat, tetapi juga menjadi pengingat akan nilai-nilai kehidupan yang patut dijadikan pelajaran.

Pesona Tanjung Menangis Sebagai Tempat Wisata

Meskipun berawal dari kisah yang menyedihkan, Tanjung Menangis justru menyuguhkan panorama alam yang memikat. Kawasan semenanjung ini menawarkan sudut pandang yang unik, sehingga pengunjung dapat menikmati pemandangan laut dari berbagai arah.

Suasana di sekitarnya juga relatif tenang dan masih alami, menjadikannya pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin merasakan ketenangan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Selain itu, deburan ombak yang berpadu dengan hembusan angin laut yang sejuk akan menambah pengalaman berwisata bersama keluarga maupun orang terdekat menjadi lebih menyenangkan.

Demikian ulasan mengenai asal-usul legenda Tanjung Menangis di Sumbawa. Tertarik untuk mengunjunginya? Semoga informasinya bermanfaat ya, detikers!




(nor/nor)










Hide Ads