detikBali

Apa Itu Jalan Thudong? Tradisi Spiritual Biksu Jelang Hari Raya Waisak

Terpopuler Koleksi Pilihan

Apa Itu Jalan Thudong? Tradisi Spiritual Biksu Jelang Hari Raya Waisak


Arga Fahreza - detikBali

Sejumlah Bhikkhu Thudong berjalan kaki menyusuri jalan raya di Bengkal, Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu  (19/5/2024). Sebanyak 40  Bhikkhu Thudong singgah di sejumlah tempat ibadah dalam perjalanan dari Semarang menuju Candi Borobudur sebagai wujud toleransi dan pesan damai sejalan dengan tema Thudong 2024 yaitu Perjalanan dengan Kesadaran Keberagaman untuk Jalan Hidup Luhur, Harmonis dan Bahagia. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/Spt.
Sejumlah Bhikkhu Thudong. Foto: ANTARA FOTO/ANIS EFIZUDIN
Denpasar -

Menjelang puncak perayaan Waisak, ada fenomena menarik di jalan. Terlihat suasana berbeda ketika sekelompok biksu dengan pakaiannya berjalan di tengah terik matahari.

Tanpa memedulikan panas, mereka berjalan berpuluh kilometer setiap hari untuk menuju suatu tempat. Tujuan akhir mereka adalah Candi Borobudur yang berada di Magelang. Tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun ini dikenal sebagai Jalan Thudong.

Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Jalan Thudong dan berapa lama mereka melakukan perjalanan tersebut? Simak penjelasannya berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Tradisi Jalan Thudong?

ADVERTISEMENT

Jalan Thudong merupakan tradisi perjalan yang dilakukan para biksu atau pemuka agama Buddha. Tradisi ini dilakukan dengan menempuh jarak yang amat jauh. Jalan Thudong tidak bisa dipisahkan dengan Hari Raya Waisak.

Kata "Thudong" berasal dari bahasa Pali yang memiliki arti pelepasan keterikatan dengan duniawi. Mereka melakukan tradisi dengan mengacu pada keteladanan Sang Buddha dan para murid-Nya yang melakukan perpindahan tempat sembari menyebarkan ajaran Dhamma.

Peserta Jalan Thudong yang utama adalah para biksu dengan jumlah bervariasi setiap tahunnya. Mereka tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga dari beberapa negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, hingga Laos. juga terdapat personel bantuan selama prosesi Jalan Thudong berlangsung seperti pengawal dan tim medis.

Sebelum memulai tradisi, para biksu akan melakukan persiapan diri dengan melakukan meditasi dan puasa selama waktu tertentu. Dalam menjalankan tradisi Jalan Thudong, para biksu menahan diri dengan hanya makan satu kali sehari sebelum tengah hari, tidur dengan alas sederhana, hingga renungan selama perjalanan.

Masyarakat umum yang menyaksikan pun bisa turut serta membantu seperti memberikan makanan atau logistik lainnya. Tempat peristirahatan pun biasanya dipilih vihara atau balai desa, bahkan hingga tempat ibadah agama lain seperti masjid atau gereja.

Berapa Lama Waktu Tempuh Jalan Thudong?

Lama perjalanan selama prosesi Thudong berbeda waktunya karena tergantung rute yang dipilih. Tahun 2026 ini rute perjalanan di Indonesia telah dimulai sejak dari Bali hingga nantinya berakhir di Candi Borobudur.

Perjalanan Thudong akan berlangsung selama 3 minggu sejak tanggal 9 Mei 2026 hingga menjelang Waisak pada 31 Mei 2026.

Setiap harinya para biksu menempuh sekitar 30-40 kilometer (km) perjalan dengan waktu tempuh selama 8 sampai 10 jam.

Makna Spiritual Jalan Thudong

Perjalanan panjang antar negara ini amat melelahkan tetapi memiliki makna yang begitu mendalam. Sebuah usaha spiritual yang memiliki kedalaman batin.

Jalan Thudong dilihat sebagai bentuk melepaskan kenyamanan dan kesederhanaan. Mereka benar-benar mempraktikan hidup seperti yang dahulu dilakukan oleh Sang Budha. Thudong juga menghilangkan ego dan kesombongan karena perjalanan jauh ini menunjukkan kerendahan hati yang dimiliki umat Buddha.

Kemudian, Jalan Thudong juga menampilkan wajah khas masyarakat Nusantara. Senyum dan keramahtamahan orang-orang dapat ditemui sepanjang perjalanan. Tidak sedikit yang menawarkan bantuan makanan, logistik, hingga tempat istirahat. Bahkan bagi para pemeluk agama lain juga dengan senang hati menyambut kedatangan para biksu.

Demikian ulasan mengenai Jalan Thudong. Semoga membantu!




(nor/nor)










Hide Ads