Jajanan dan minuman tradisional menjadi menu favorit para pengunjung di Pesta Kesenian Bali di Art Center, Denpasar, Selasa (30/6/2026). Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Bali, Try Arya Dhyana Kubontubuh.
"Sementara sih yang paling banyak itu memang masih di babi guling sih yang jelas. Kemudian juga model-model minuman tradisional, ya cendol dan makanan ringan tradisional kayak laklak, serombotan," kata Arya ditemui di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut juga terlihat dari omzet pedagang UMKM di kloter pertama periode 13-27 Juni 2026 sebesar Rp 2,5 miliar. Ia berharap kloter kedua juga mengalami pendapatan yang tinggi selama gelaran PKB 2026, agar target Rp 5 miliar dapat tercapai.
"Tahun lalu kan Rp 5 miliar, jadi ya kami harap mudah-mudahan tercapai juga gitu," tuturnya.
Skema dua kloter untuk UMKM merupakan hal baru di PKB tahun ini. Hal ini merupakan evaluasi dari PKB tahun lalu yang dinilai tidak imbang.
"Dan karena yang sekarang jumlah stan lebih sedikit (dari 52 menjadi 37) otomatis tempat untuk menikmati hidangan lebih luas. Tentu potensi pembelinya lebih banyak," tuturnya.
Salah seorang pengunjung, Diah Ayu (25) memperlihatkan makanan yang baru saja ia beli. Mayoritas adalah jajanan dan minuman tradisional seperti laklak dan es daluman. Kemudian ada rujak dan serombotan.
"Banyak pilihan makanannya jadi kalap ke sini. Enak-enak sih rasanya dan murah juga," kata Diah.
(nor/nor)

