detikBali

Profil Piche Kota, Artis Indonesian Idol yang Terseret Kasus Dugaan Pemerkosaan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Profil Piche Kota, Artis Indonesian Idol yang Terseret Kasus Dugaan Pemerkosaan


Devie Vyatri Permata Cahyadi - detikBali

Piche Kota
Piche Kota. (Foto: Instagram Piche Kota)
Denpasar -

Nama Piche Kota, penyanyi asal Atambua yang dikenal sebagai kontestan Indonesian Idol, tengah menjadi sorotan publik. Piche terseret dalam dugaan kasus pemerkosaan terhadap seorang remaja perempuan berusia 16 tahun berinisial AC yang terjadi di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasus tersebut dilaporkan terjadi di sebuah hotel di Kelurahan Tenukik, Kecamatan Atambua, Kabupaten Belu, pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 16.00 Wita. Selain Piche Kota, dugaan kasus ini juga melibatkan sejumlah nama lain, termasuk Roy Mali Cs, yang diketahui merupakan bagian dari lingkar pertemanan Piche.

Perkara yang kini ditangani Polres Belu itu menyita perhatian luas karena menyeret figur publik yang tengah menanjak di industri musik nasional. Berikut profil Piche Kota dan fakta sementara terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Profil Piche Kota

Piche Kota memiliki nama lengkap Petrus Yohannes Debrito Armando Djaga Kota. Ia lahir di Atambua pada 4 Februari 2002 dan merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Piche merupakan putra dari pasangan Antonius Chen Djaga Kota dan Elfrida Martha Mauluan. Ayahnya diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Belu.

Nama Piche mulai dikenal publik setelah mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol musim ke-13. Dalam kompetisi tersebut, Piche berhasil melaju hingga babak enam besar sebelum tereliminasi. Ia dikenal memiliki karakter vokal yang kuat serta penampilan panggung yang menonjol.

Usai ajang tersebut, karier musik Piche berlanjut dengan bergabung bersama Universal Music Indonesia. Pada tahun yang sama, ia merilis single debut berjudul "Pada Satu Cinta" yang berkolaborasi dengan Yovie Widianto. Lagu balada pop tersebut mendapat respons positif dan sempat menjadi salah satu lagu yang banyak diputar di berbagai platform musik digital.

Masih pada 2025, tepatnya Oktober, Piche Kota kembali merilis single berjudul "Bahagia Lagi". Namun, promosi lagu tersebut dilaporkan terhambat seiring mencuatnya dugaan kasus hukum yang kini menyeret namanya.

Terkait dugaan kasus pemerkosaan tersebut, Polres Belu telah memeriksa lima orang saksi. Hingga kini, polisi menyatakan dugaan keterlibatan Piche Kota masih dalam tahap pendalaman.

"Informasi tersebut (keterlibatan Piche Kota) masih didalami dengan serangkaian tindakan penyelidikan yang saat ini masih berjalan," ujar Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa kepada detikBali, Minggu (18/1/2026).

Berdasarkan keterangan awal penyelidikan, peristiwa diduga bermula saat korban dan para terduga pelaku menggelar pesta minuman keras di hotel tersebut. Dalam kondisi korban yang diduga mabuk hingga tidak sadarkan diri, para pelaku disebut melakukan pemerkosaan secara bergantian.

Meski demikian, polisi menegaskan seluruh rangkaian kejadian masih terus didalami untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari penyidik Polres Belu.




(dpw/dpw)











Hide Ads