detikBali

Awal Mula Penangkapan Anggota Komcad TNI AD Jual Senpi Ilegal di Bali

Terpopuler Koleksi Pilihan

Awal Mula Penangkapan Anggota Komcad TNI AD Jual Senpi Ilegal di Bali


Abid Ahmad Ibrahim - detikBali

Barang bukti senjata api SIG Sauer yang akan dijual secara ilegal oleh anggota Komcad TNI AD di Denpasar, Bali.
Barang bukti senjata api SIG Sauer yang akan dijual secara ilegal oleh anggota Komcad TNI AD di Denpasar, Bali. (Foto: Abid Ahmad Ibrahim/detikBali)
Denpasar -

Kasus penjualan senjata api ilegal yang melibatkan anggota Komponen Cadangan (Komcad) TNI AD, Akhmad Solleh Ricardo (33), di Denpasar terungkap berkat informasi dari masyarakat. Laporan tersebut kemudian didalami oleh tim intelijen TNI Angkatan Laut hingga akhirnya Akhmad ditangkap.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar-Bali, Kolonel Laut (P) Cokorda G.P. Pemayun, mengatakan informasi awal diterima dari seorang warga yang mencurigai adanya aktivitas terkait kepemilikan senjata api atau pistol ilegal. Informasi tersebut lalu ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif oleh tim intelijen TNI AL.

"Sebelumnya kami mendapatkan informasi dari salah satu warga, kemudian didalami oleh tim intel kami, dan pada saat pendalaman di warung itu, sekaligus ditangkap orangnya," ujar Cokorda saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Senin (26/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam proses penyelidikan, aparat melakukan upaya pemancingan terhadap tersangka melalui media sosial. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penangkapan berjalan aman tanpa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Tersangka kami pancing untuk bertemu lewat sosial media," tambah Cokorda.

Setelah pertemuan disepakati, petugas mengamankan tersangka di sebuah warung makan di kawasan Denpasar. Dari tangan tersangka, aparat menemukan satu pucuk senjata api jenis SIG Sauer beserta empat butir amunisi sebagai barang bukti.

Kasus penjualan senjata api ilegal ini selanjutnya dilimpahkan ke Polresta Denpasar untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami asal-usul senjata api tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peredarannya.




(dpw/dpw)










Hide Ads