Dua narapidana (napi) terlibat perkelahian saat Hari Raya Nyepi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Karangasem, Bali. Satu orang terluka parah hingga tangan kiri patah.
Kepala Lapas Kelas IIB Karangasem, I Wayan Bondan Wahyu Kusuma Dusak, mengungkapkan peristiwa itu terjadi di blok C Lapas Karangasem sekitar pukul 22.00 Wita pada Kamis (19/3). Menurutnya, kedua napi yang berada dalam satu sel tahanan itu berkelahi setelah tersulut emosi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya saat Nyepi pada malam hari, terjadi secara spontanitas karena tersulut emosi. Saat itu petugas yang berjaga terbatas," kata Bondan, Sabtu (21/3/2026).
Bondan mengatakan perkelahian bermula saat salah satu napi berinisial AN merasa ditipu oleh napi lainnya inisial Y. Menurutnya, Y sempat mengaku bisa mendatangkan anak AN ke Lapas Kelas IIB Karangasem untuk menjenguknya.
Namun, anak AN tak kunjung datang dan ternyata masih berada di Jakarta. Merasa dibohongi, AN pun marah kepada Y. Perkelahian di dalam sel yang dihuni 12 narapidana itu tak terhindarkan.
"Yang terlibat hanya dua orang. Narapidana lainnya yang satu sel tidak ada yang terlibat," ujar Bondan.
Perkelahian itu akhirnya diketahui petugas jaga setelah mendengar keributan di dalam sel. Saat dicek petugas, kondisi Y sudah mengalami sejumlah luka hingga mendapat perawatan di klinik di Lapas Karangasem. Sementara itu, AN tidak mengalami luka serius.
"Karena ada luka di kepala dan juga patah tangan kiri, yang bersangkutan kemudian langsung kami bawa ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif," ucap Bondan.
(iws/iws)










































