Polisi terus mendalami kasus tewasnya seorang mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Mataram (Unram), Nadya Dwi Ramadhany alias NDR. Perempuan berusia 21 itu diduga menjadi korban pembunuhan.
Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, mengatakan polisi masih memeriksa saksi-saksi secara maraton. Selain itu, polisi juga mengumpulkan rekaman kamera pemantau atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Kami masih pendalaman," kata Dharma, Selasa (19/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Empat orang kami panggil hari ini. Masih kami gali, masih kami kumpulkan CCTV," imbuhnya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kos tempat ditemukannya NDR tewas di wilayah Gomong, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, pada Senin (18/5). Petugas juga mengamankan beberapa barang bukti seperti kabel roll dan kipas angin di kamar kos itu.
"Masih kami cek, apakah digunakan sebagai alat (pembunuhan) atau tidak," ujar Dharma.
Seperti diketahui, NDR ditemukan tewas di kamar kosnya pada Minggu (17/5). Mahasiswi asal Desa Beru, Kecamatan Jereweh, Kabupaten Sumbawa, NTB, itu diduga kuat menjadi korban pembunuhan.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, termasuk hasil autopsi yang kami terima, terdapat dugaan yang mengarah pada unsur tindak pidana," ungkap Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman Lutfi, Selasa.
Saat ini, penanganan lanjutan kasus tersebut dilimpahkan ke Satreskrim Polresta Mataram. Sementara itu, jasad NDR telah diserahkan ke pihak keluarga.
(iws/iws)










































