detikBali

Viral 3 Kelompok WNA Baku Hantam di Bar Kuta Utara, Polisi Turun Tangan

Terpopuler Koleksi Pilihan

Viral 3 Kelompok WNA Baku Hantam di Bar Kuta Utara, Polisi Turun Tangan


Agus Eka Purna Negara - detikBali

Suasana pecah di dalam salah satu bar di Kuta Utara, Badung, lantaran tamu cekcok hingga baku hantam.
Suasana pecah di dalam salah satu bar di Kuta Utara, Badung, lantaran tamu cekcok hingga baku hantam. (Foto: dok. Istimewa)
Badung -

Sebuah video viral memperlihatkan keributan yang diduga terjadi di sebuah klub malam di kawasan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Dalam rekaman itu, sejumlah pengunjung terlihat terlibat baku hantam hingga saling melempar kursi dan meja di dalam ruangan.

Suasana di dalam kelab pun kacau. Lantai dipenuhi pecahan botol kaca dan sejumlah properti tampak rusak akibat insiden tersebut.

Sejumlah petugas keamanan berkaus hitam terlihat kewalahan saat mencoba melerai massa. Beberapa pria bertelanjang dada juga tampak bertindak agresif di tengah keributan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi kini mendalami kejadian tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi. Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba mengatakan keributan itu terjadi pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 01.40 Wita. Namun, videonya baru ramai beredar di media sosial belakangan ini.

ADVERTISEMENT

"Kami langsung selidiki perkelahian antarkelompok warga negara asing itu. (Kejadian) tepatnya di restoran Jade by Todd English di Jalan Pemelisan Agung, Tibubeneng," jelas Joseph Edward.

Polisi menyebut keributan itu dipicu kesalahpahaman antarpengunjung bar yang saat itu diduga berada di bawah pengaruh alkohol. Selain itu, kapasitas ruangan dinilai kurang ideal untuk menampung jumlah pengunjung yang melebihi 100 orang sehingga memungkinkan terjadi gesekan.

"Ruangan berukuran 20 meter dikali 30 meter dengan 41 meja ini juga kurang representatif. Apabila menampung pengunjung yang jumlahnya melebihi 100 orang," sebut mantan Kapolres Karangasem itu.

Polisi mengidentifikasi sedikitnya tiga kelompok warga negara asing (WNA) terlibat dalam perkelahian tersebut. Mereka sempat terlibat cekcok dengan kelompok lain yang kemudian ikut bersinggungan, diduga berkaitan dengan ras.

Ketegangan di lokasi lalu pecah menjadi baku hantam setelah terjadi aksi provokasi. Seorang saksi mata melihat salah satu tamu melempar gelas kaca hingga mengenai wajah pengunjung lain.

"Jadinya aksi saling balas antar kelompok. Karena pecah, memanas, keributan meluas seperti dalam video," ungkapnya.

Joseph mengatakan polisi telah memeriksa sejumlah saksi, mulai dari satpam, kru bar, hingga pihak manajemen. Polisi juga tidak menampik adanya dinamika yang memicu perkelahian, diduga berkaitan dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat menjelang larut malam.

"Total pergerakan tamu yang keluar masuk lokasi acara hiburan musik saja, terpantau mencapai 462 orang sepanjang malam. Akibat perkelahian ini, beberapa tamu dilaporkan luka-luka. Kami menunggu laporan resmi manajemen dan melanjutkan penyelidikan ini sampai tuntas," pungkasnya.




(dpw/dpw)










Hide Ads