detikBali

Tersulut Emosi, Pria Amfoang NTT Pukul lalu Gantung Tantenya hingga Tewas

Terpopuler Koleksi Pilihan

Tersulut Emosi, Pria Amfoang NTT Pukul lalu Gantung Tantenya hingga Tewas


Sui Suadnyana, Yufengki Bria - detikBali

Dominggus Tamelab, pelaku penganiayaan dan menggantung tantenya di Desa Timau, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (28/5/2026), saat diamankan polisi. (Dok. Polres Kupang).
Foto: Dominggus Tamelab, pelaku penganiayaan dan menggantung tantenya di Desa Timau, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (28/5/2026), saat diamankan polisi. (Dok. Polres Kupang).
Kupang -

Pria bernama Dominggus Tamelab (48) nekat memukul tantenya, Selfasina Tamelab (65), hingga pingsan lalu menggantungnya di bawah pohon jambu mete hingga tewas. Kasus itu terjadi di Dusun II, Desa Timau, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 12.00 Wita.

"Terduga pelaku itu emosi sehingga memukul korban menggunakan sebatang kayu sampai pingsan. Kemudian, menggiring korban ke belakang rumah, lalu menggantung korban di atas pohon jambu mete," ujar Kasi Humas Polres Kupang, Ipda Lalu Randy Hidayat, kepada detikBali, Jumat (29/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Randy menuturkan kejadian itu bermula saat Dominggus sedang menjemur padi di halaman rumahnya. Setelah itu, ia kembali ke dalam rumah untuk mengambil sisa padinya untuk dijemur. Selfasina kala itu sempat meminta barang dengan nada kasar. Hal itu membuat Dominggus naik pitam.

Dominggus kemudian menghampiri tante kandungnya itu di dalam kamarnya dan langsung memukulnya dengan kayu. Selanjutnya, Dominggus menyeret tubuh Selfasina ke belakang dapur lalu memukulnya lagi di sekujur tubuhnya.

ADVERTISEMENT

Melihat Selfasina sudah pingsan, Dominggus lalu menggendongnya ke bawah pohon jambu mete. Setelah itu, ia kembali mengambil tali dan mengikatnya di bagian leher, lalu menggantungnya di atas pohon.

"Pada saat terduga pelaku mengikat korban, terduga pelaku sadar bahwa korban masih hidup," tutur Randy.

Menurut Randy, setelah memastikan tantenya meninggal, Dominggus kemudian menemui istrinya, Aplonia Fomeni (54), dan menyampaikan korban ditemukan tergantung di belakang dapur.

Sang istri kemudian meminta Dominggus agar melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Timau, Sony Tanesib. Selanjutnya, kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Amfoang Utara.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sejumlah polisi langsung menuju ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim inafis Polres Kupang juga sudah turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi.

"Kalau pelaku sudah diamankan saat itu juga setelah mengakui perbuatannya," terang Randy.




(hsa/hsa)










Hide Ads