Jagat media sosial di Denpasar sempat diramaikan kabar kemunculan sosok "pocong begal" di kawasan Monang-Maning, Denpasar Barat. Informasi yang beredar melalui unggahan Instagram pada Sabtu (30/5/2026) itu membuat sejumlah warga resah dan memicu berbagai spekulasi di dunia maya.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat melakukan penelusuran untuk memastikan kebenarannya. Hasil penyelidikan mengarah pada tiga saksi yang masih berusia di bawah umur, masing-masing berinisial N, D, dan B.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan saksi berinisial B mengakui sebagai pembuat foto tersebut. B disebut mengedit sebuah foto gang di sekitar tempat tinggalnya di kawasan Monang-Maning dengan menambahkan gambar sosok pocong melalui aplikasi berbasis AI.
"Foto itu dibuat pada 28 Mei 2026 dan diunggah ke status media sosial pribadi. Namun kemudian tersebar luas disertai narasi yang menyebut adanya pocong begal di Monang-Maning," kata Adi Saputra.
B mengaku tidak mengetahui siapa yang pertama kali mengambil tangkapan layar unggahan tersebut hingga akhirnya menyebar secara luas di berbagai platform media sosial.
Dari hasil pengecekan lapangan dan pemeriksaan terhadap para saksi, polisi memastikan tidak pernah terjadi peristiwa begal yang melibatkan sosok pocong maupun kejadian serupa di wilayah Monang-Maning. Informasi yang beredar dipastikan merupakan hoaks.
Polisi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama konten visual yang kini mudah dimanipulasi menggunakan teknologi AI.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Periksa sumbernya terlebih dahulu sebelum menyebarkannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat," ujar Adi Saputra.
Dari keterangan yang diperoleh polisi, N mengaku pertama kali menerima informasi beserta foto sosok pocong dari temannya, D. Menganggap informasi tersebut penting untuk diketahui masyarakat, N kemudian mengunggah ulang foto itu ke akun Instagram pribadinya disertai imbauan agar warga berhati-hati apabila kabar tersebut benar.
Namun unggahan itu justru menyebar dengan cepat dan memicu keresahan di masyarakat. Sementara D mengaku memperoleh foto tersebut dari unggahan status media sosial yang menampilkan sosok pocong di kawasan Monang Maning.
Penyelidikan kemudian mengungkap fakta berbeda. Polisi menemukan bahwa foto yang menjadi sumber kehebohan tersebut merupakan hasil manipulasi digital menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
(hsa/hsa)










































