Sejumlah peristiwa menjadi sorotan pembaca detikBali dalam sepekan terakhir. Salah satunya terkait kasus warga negara (WN) Iran yang ditangkap polisi lantaran mencuri uang milik turis Australia di kawasan Ubud, Gianyar, Bali.
Kabar terpopuler berikutnya terkait seorang perempuan di Jembrana yang tewas seusai digigit kucing rabies. Selanjutnya, ada pula kasus begal setrum saat siang bolong di Denpasar. Seorang dokter nyaris menjadi korban oleh pelaku yang bersenjatakan alat setrum.
Satu lagi kabar yang menyita perhatian sepekan terakhir berkaitan dengan ribut-ribut selebgram sekaligus DJ Geby Vesta dengan sopir taksi di Bali. Simak ulasan selengkapnya dalam rubrik Bali Sepekan berikut ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. WN Iran Curi Uang Turis Australia di Ubud
Warga Iran berinisial AF ditangkap polisi setelah mencuri uang milik turis Australia di kawasan Ubud, Gianyar, Bali. AF menjalankan aksinya dengan modus penukaran uang dan mengandalkan kecepatan tangan untuk mengelabui korban.
"Aksi pencurian yang dilakukan warga negara asing asal Iran di sebuah swalayan di Kecamatan Ubud. Modusnya, meminta menukar uang," ungkap Kapolres Gianyar AKBP Chandra Kesuma, Jumat (5/6/2026).
Kasus itu terjadi di sebuah swalayan di Jalan Raya Andong, Ubud, pada 18 Mei lalu. Korban awalnya dihampiri AF di area parkir swalayan. Pelaku kemudian mengajak korban berbincang dan menawarkan penukaran uang dolar dengan pecahan lebih kecil.
Polisi mengungkapkan AF menggunakan trik kecepatan tangan saat proses penukaran uang berlangsung. Korban baru menyadari nominal uang yang diterima tidak sesuai dengan kesepakatan setelah pelaku pergi.
"Modusnya penukaran uang yang jumlahnya tidak sesuai yang disepakati, mengandalkan kecepatan tangan," ujar Chandra.
Akibat kejadian itu, korban kehilangan empat lembar uang US$ 100, sembilan lembar pecahan 50 dolar Singapura, satu lembar uang Australia, dan satu lembar Euro.
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi akhirnya menangkap AF di sebuah hotel di Denpasar pada Kamis (21/5). Saat ditangkap, AF disebut sedang berada seorang diri di kamar hotel tempatnya menginap.
Polisi menduga AF tidak beraksi seorang diri. Berdasarkan hasil penyelidikan dan rekaman CCTV di swalayan tersebut, AF diduga beraksi bersama seorang perempuan asing yang kini masih diburu. Kaduanya diduga menggunakan paspor palsu selama berada di Bali.
Meski identitas perempuan tersebut belum diketahui pasti, polisi mengaku telah mengantongi ciri fisik dan pakaian yang digunakan terduga pelaku. "Karena menggunakan paspor palsu, masih kami selidiki, Tapi, ciri fisiknya dan pakaiannya, sudah kami dapatkan," pungkas Chandra.
2. Perempuan Jembrana Tewas Usai Digigit Kucing Liar
Seorang perempuan bernama Ni Ketut Sari meninggal dunia setelah digigit kucing liar. Warga asal Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, itu diduga digigit kucing rabies pada April 2026 atau sekitar satu bulan sebelum meninggal dunia.
Saat itu, Sari tengah menjemur pakaian di depan rumah sebelum diserang kucing liar dan digigit pada bagian betis kanan. Sari sempat mengabaikan luka gigitan tersebut dan enggan mencari pertolongan medis.
Sebulan setelah digigit kucing, tepatnya pada 23 Mei 2026, Sari mendadak jatuh sakit dan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat. Ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara lantaran kondisinya terus memburuk.
Saat di rumah sakit, gejala khas rabies mulai menyerang Sari. Ia mengalami ketakutan hebat saat melihat air dan gelisah setiap kali terkena embusan angin. Ia dinyatakan meninggal dunia pada 24 Mei di RSU Negara dan jenazahnya telah diaben pada 28 Mei 2026.
Hingga jenazah korban sudah selesai diaben, keluarga korban sama sekali belum mendapatkan penanganan medis preventif. Termasuk pemberian suntikan vaksin antirabies (VAR).
Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Jembrana I Gusti Ngurah Putu Sugiarta mengaku baru menerima surat pemberitahuan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Jembrana pada 3 Juni lalu.
"Lantaran baru menerima surat, sehingga hari ini sebagai upaya pencegahan dilakukan vaksinasi emergency," ungkap Sugiarta, Kamis (4/6/2026).
Petugas langsung bergerak melakukan vaksinasi darurat terhadap 20 ekor anjing dan satu ekor kucing dalam radius 3 kilometer (km) dari rumah Sari. Selain itu, petugas mengambil sampel dari empat anjing untuk diuji laboratorium di Balai Veteriner Denpasar guna memastikan penyebaran virus rabies.
"Hari ini dilakukan vaksinasi di wilayah kasus gigitan dan pengiriman sampel otak pada empat ekor anjing," papar Sugiarta.
Berdasarkan data grafis dari Januari hingga Juni 2026, Kabupaten Jembrana mencatat telah terjadi 33 kasus gigitan anjing positif rabies. Kasus yang menimpa Sari ini menjadi kasus kematian pada manusia pertama akibat dugaan rabies sepanjang tahun ini.
3. Begal Setrum Saat Siang Bolong di Denpasar
Polisi mengidentifikasi kasus perampasan mobil dokter di Jalan Tukad Barito Timur, Denpasar, Minggu (31/5/2026). (Istimewa) |
Pria berinisial AF (37) nekat membegal seorang dokter bernama Jihan Rizky Ramadhani (25) siang bolong. Peristiwa itu terjadi di depan toko kaca mata Sunday Eyewear, Jalan Tukad Barito Timur, Denpasar, sekitar pukul 13.00 Wita, Minggu (31/5/2026).
Beruntung, aksi AF yang bersenjata alat setrum gagal setelah korbannya berteriak. Polisi mengungkapkan saat itu, AF mencoba merampas mobil milik Jihan yang terparkir di depan toko kaca mata.
"Pelaku diduga berupaya menguasai kendaraan korban dengan cara membuka pintu mobil dan melakukan kekerasan menggunakan alat setrum," kata Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, Selasa (2/6/2026).
Hasil penyelidikan sementara, Jihan datang ke toko kacamata sekitar pukul 12.30 Wita menggunakan mobil merah dan memarkirkannya di depan toko. Selesai berbelanja, perempuan yang tinggal di Jalan Siulan, Denpasar, itu kembali ke mobil dan menyalakan mesin kendaraan.
Saat berada di dalam mobil, Jihan diduga lupa mengunci pintu kendaraan. Kesempatan itu dimanfaatkan AF yang datang berjalan kaki dan langsung membuka pintu mobil korban.
"Pelaku kemudian mengeluarkan alat setrum dan menyetrum bagian dada korban. Setelah korban ditarik keluar dari kendaraan, pelaku berusaha masuk ke dalam mobil untuk menguasai kendaraan tersebut," terang Azel.
Jihan yang panik langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga di sekitar lokasi. Pelaku akhirnya ditangkap sebelum sempat membawa kabur kendaraan Jihan.
Polisi menyita satu alat setrum, satu gunting, satu tang, lakban, dua utas tali, beberapa kabel ties, serta sepasang sarung tangan dari tangan AF. Berdasarkan temuan barang-barang itu, pelaku diduga telah mempersiapkan aksinya.
"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mendalami motif dan kemungkinan keterlibatan yang bersangkutan dalam tindak pidana lainnya. Barang bukti yang ditemukan juga sedang kami dalami," terang Azel.
AF kini ditahan di Polsek Denpasar Selatan guna menjalani proses hukum. Penyidik masih melakukan pendalaman terkait unsur pidana yang akan diterapkan terhadap pelaku.
4. Ribut-ribut Gebby Vesta Vs Sopir Taksi di Bali
Selebgram Gebby Vesta mengaku diperas oleh seorang sopir taksi lokal saat menggunakan layanan taksi tersebut bersama seorang pria asing di kawasan Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Bali. Gebby menyebut bule teman prianya itu sampai trauma atas dugaan pemerasan dan intimidasi sopir taksi itu.
Pengalaman buruk itu dibagikan Gebby Vesta media sosial (medsos) dan viral. Gebby pun sempat ribut-ribut dengan sopir taksi. Gebby mengungkapkan awalnya dia hendak pulang dari sebuah restoran di kawasan Kerobokan.
"Karena aku tahu dia tadi mangkal di sana dan aku sudah pernah beberapa kali naik taksi dia sama turis, dan selalu aku mintain Rp 300 ribu ke bulenya. Jadi pas semalam aku bilang 300 ya, dan dia bilang: 'kalau bisa minta tambah ya mbak ke bulenya'," ungkap Gebby dalam unggahan video kronologi yang dibagikannya, dilihat detikBali, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan unggahan tersebut, peristiwa bermula saat Gebby sepakat menyewa taksi lokal seharga Rp 300 ribu hingga membatalkan pesanan angkutan online karena merasa kasihan dengan sang sopir, meski tarif di aplikasi daring hanya Rp 78 ribu. Masalah muncul ketika sang sopir ikut masuk ke dalam ruang mesin ATM saat teman Gebby hendak mengambil uang sampai membuat pria bule itu ketakutan.
"Pas masuk mobil bulenya bilang ke aku, 'Kenapa dia selalu mengikutiku? Dan dia selalu membicarakan tentang uang lebih. Kartuku hilang dan aku butuh uang tunai, bisakah aku transfer ke kamu dan kamu yang ambil uangnya?'" tutur sosok transgender alias waria itu menirukan ucapan rekannya yang panik karena kartu ATM-nya tertinggal lalu raib.
Polsek Kuta Utara turun menyelidiki rekaman video viral terkait dugaan intimidasi dan pemerasan oleh seorang sopir taksi terhadap Gebby Vesta beserta seorang bule pria rekannya. Polisi juga mendatangi kediaman pengemudi di kawasan Desa Dalung, Badung, guna meminta klarifikasi.
"Kami sudah monitor. Anggota sudah cek bahkan kami datangi rumah sopir yang bersangkutan diDalung untuk meminta keterangan awal supaya kami dapat fakta utuh perselisihan itu," kata Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Sukadana, Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menyebut keributan itu murni karena salah paham soal tarif tambahan dan belum menemukan bukti kuat adanya pemerasan. Tuduhan pemerasan itu dinilai belum terbukti karena sopir taksi meminta ongkos ekstra atas dasar rute perjalanan yang berubah bolak-balik akibat kartu ATM penumpang yang tertinggal.
Selain itu, kata Sukadana, dari hasil pendalaman, tindakan sopir ikut masuk ke minimarket, seperti dalam video viral, untuk memastikan kesepakatan tarif kepada si warga asing. Hanya saja, tindakan itu disalahartikan oleh Gebby Vesta hingga memicu adu mulut.
"Ya kesalahpahaman antara sopir taksi dan penumpang terkait persepsi permintaan tarif tambahan. Belum ditemukan indikasi kuat adanya tindakan pemerasan," jelas Sukadana.
Belakangan, sopir taksi berinisial INBU meminta maaf langsung kepada Gebby Vesta saat dimediasi polisi. INBU juga berjanji tidak mengulangi perbuatan yang menimbulkan ketidaknyamanan itu. Perselisihan itu dinyatakan selesai dan berakhir damai.
"Malam hari ini saya meminta maaf kepada mbaknya, penumpang saya, dan juga kepada masyarakat semua atas kesalahpahaman saya. Untuk ke depannya, saya akan menjadi lebih baik untuk penumpang selanjutnya," ujar INBU saat memberikan pernyataan.
Dalam unggahan video yang dibagikan di akun Instagram Gebby Vesta itu, INBU juga berharap agar korban dan seluruh masyarakat luas mau membukakan pintu maaf atas kegaduhan yang telah ia perbuat. Pria yang tinggal di Dalung, Kuta Utara, tersebut tampak menyesali perbuatannya di depan para petugas.
"Dan mbaknya harap bisa memaafkan, dan juga masyarakat semua bisa memaafkan apa yang saya lakukan," tutur INBU seraya menjabat tangan korban.
Gebby Vesta yang hadir langsung dalam mediasi menyatakan telah menerima permintaan maaf INBU. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah bergerak cepat memfasilitasi pertemuan malam itu.
(iws/iws)











































