detikBali

Angkringan The Beji, Hidden Gem Kuliner dengan Pemandangan Sungai di Klungkung

Terpopuler Koleksi Pilihan

Angkringan The Beji, Hidden Gem Kuliner dengan Pemandangan Sungai di Klungkung


Fatih Kudus Jaelani - detikBali

Suasana tempat nongkrong di Angkringan The Beji, Desa Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (16/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Foto: Suasana tempat nongkrong di Angkringan The Beji, Desa Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (16/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)
Klungkung -

Angkringan The Beji berada di antara jalan raya dan sungai (tukad) Bubuh, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klunglung, Bali. Selain letaknya yang tersembunyi di tebing menuju Tukad Bubuh, tempat ini juga nampak istimewa karena menjadi satu-satunya spot wisata yang dimiliki Pemerintah Desa (Pemdes) Banjarangkan.

Tempat ini berlokasi di seberang situs cagar budaya Goa Jepang, Klungkung. Dari jalan raya, papan nama angkringan tak bisa menunjukkan suasana di dalamnya. Sehingga pengunjung mesti berani masuk dan menuruni puluhan anak tangga untuk kemudian menikmati pemandangan hijau yang asri dan sejuk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suasana tempat nongkrong di Angkringan The Beji, Desa Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (16/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)Suasana tempat nongkrong di Angkringan The Beji, Desa Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (16/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)

Di tempat ini, pengunjung bisa berhadapan langsung dengan pemandangan sungai dan alam terbuka. Asik buat nongkrong atau kencan. Minum kopi ditemani pisang goreng, atau yang lebih berat seperti lalapan ikan dan ayam. Tersedia juga fasilitas indoor buat rapat kerja, atau menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Di Sabtu pagi yang cerah (16/5/2026), saat karyawan tengah bersiap-siap membuka angkringan, detikBali menemui sosok di balik terciptanya Angkringan The Beji. Ia adalah Perbekel Desa Banjarangkan Anak Agung Gde Indrawan Diputra. Kata dia, angkringan ini merupakan salah satu janji politiknya saat mencalonkan diri di pemilihan perbekel.

ADVERTISEMENT

"Ini memang sudah ada dalam visi dan misi saya. Dulunya tempat ini jalan setapak penuh semak belukar. Sering nongkrong di sini, saya berpikir bagaimana jika tempat ini jadi spot wisata kuliner," terang Indrawan pada detikBali.

Di tahun pertama, ia mulai membersihkan area yang menjadi jalan setapak warga desa adat untuk mengambil air suci. Itulah mengapa ia menamakan tempat itu angkringan the Beji. Beji berarti mata air suci.

"Lahan ini merupakan milik Pura Mas Ayu Banjarangkan. Jadi di sini ada mata air suci. Selain itu juga tempat ini dilalui warga buat mandi di tukad bubuh. Ini satu-satunya potensi yang kami miliki. Karena tidak ada satu pun spot wisata di Desa Banjarangkan ini," terang Indrawan.

Angkringan The Beji sendiri dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Banjarangkan. Sejak dibuka pada akhir 2024 lalu, usaha milik desa ini sudah mampu meraup laba kotor sekitar Rp 360 juta per tahun.

"Penyertaan modal mulai dari penataan awal sampai sekarang ini ada sekitar Rp 400 jutaan," tambah Indrawan.

Upaya menyulap lokasi bersemak belukar jadi spot wisata kuliner yang ramai dikunjungi dan menghasilkan menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Indrawan.

Terlebih di tengah kurangnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki desa Banjarangkan.

Indrawan yang sebelumnya bergelut di bidang usaha pariwisata menjelaskan keinginannya mengembangkan Angkringan The Beji jadi lebih besar lagi.

Suasana tempat nongkrong di Angkringan The Beji, Desa Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (16/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)Suasana tempat nongkrong di Angkringan The Beji, Desa Banjarangkan, Klungkung, Bali, Sabtu (16/5/2026). (Fatih Kudus Jaelani/detikBali)

Ia mengaku saat ini masih banyak mesti dikembangkan. Sejak awal buka, sudah banyak hal yang diubah dan diperbaharui. Mulai dari menu yang disajikan, jam buka, karyawan, sampai teknis pemasaran. Juga penambahan spot yang dapat menarik minat wisatawan.

"Ke depan saya berniat membangun spot swafoto, kemudian juga event berupa atraksi budaya, dan mengembangkan sajian kulinernya," terang Indrawan.

Untuk sistem keamanan, Angkringan The Beji telah memiliki CCTV. Ia juga memasang aplikasi khusus untuk memantau hasil penjualan secara real time.

"Kemarin dapat Rp 4 juta. Ini terpantau. Karena ini milik pemerintah desa, transparansi harus kami kedepankan," jelasnya.

Angkringan The Beji sendiri buka dari pukul 10 pagi sampai 6 Sore. Jika Anda kebetulan berkunjung atau singgah di Klungkung, ada baiknya menepi ke tempat tersembunyi ini.




(nor/nor)










Hide Ads