Kuliner nasi bejek di Jalan Panji Tilar Negara, Kekalik Jaya, Ampenan, Kota Mataram, tengah viral di media sosial. Saking viralnya, warga rela mengantre sebelum lapak tersebut dibuka.
Lapak nasi bejek dan nasi tempong itu berada di depan Museum Negeri Nusa Tenggara Barat (NTB). Pantauan detikBali pada Minggu (24/5/2026) malam, puluhan warga tampak mengantre sebelum lapak nasi tersebut dibuka.
Dari segi menu, nasi bejek memiliki pilihan yang cukup bervariasi. Mulai dari nasi bejek original, nasi bejek pete, nasi bejek pindang, hingga nasi bejek komplit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isiannya pun terbilang ramai dengan porsi cukup besar, hampir mirip nasi daun jeruk. Dalam satu porsi terdapat nasi putih bercampur rempah dan taburan bawang goreng, kulit ayam goreng, pete goreng, pindang, tahu tempe goreng, sambal, serta kol dan bayam goreng.
Suasana di warung nasi bejek di Jalan Panji Tilar Negara, Kekalik Jaya, Ampenan, Kota Mataram, Minggu (24/5/2026) Foto: Nathea Citra/detikBali |
Dari segi rasa, nasi bejek ini memiliki cita rasa rempah yang khas. Ada sensasi pedas, gurih, dan segar dari bumbu rahasia nasi rempahnya. Lauk pauknya bertekstur garing dan dipadukan dengan kol serta bayam goreng, lengkap dengan sambal khas pedas.
"Awalnya saya tahu kuliner ini viral di Tiktok dan Instagram, katanya sih enak, murah juga. Tapi kudu sabar buat antre, soalnya habisnya cepat banget," kata Nabila, salah seorang pengunjung saat diwawancarai detikBali, Minggu (24/5/2026) malam.
Ia mengaku sudah dua kali gagal membeli nasi bejek yang tengah viral tersebut karena ludes hanya dalam hitungan jam.
"Buset, kuliner satu ini saking viralnya, cepat banget habis. Dua kali gagal beli, padahal sudah antre, mungkin belum rezeki. Tadi coba-coba antre sebelum lapaknya buka, infonya sih buka jam 6 sore, tapi sampai jam 7 belum buka, mau ngeluh tapi pingin coba. Eh akhirnya dapat dong, langsung beli 4 porsi," ujarnya.
"Saya suka nasi bejek pete sama nasi bejek pindang, enak, mirip masakan mamah di rumah, pedas gurih banget nasinya," sambungnya.
Pengunjung lain, Ghina, mengaku mengantre sejak pukul 20.00 Wita. Ia menyebut ketagihan karena nasi bejek itu dinilai enak meski awalnya datang karena viral.
"Biasanya kalau lagi viral, yang datang kan fomo, pingin coba-coba. Tapi fomo yang satu ini worth it banget. Nasi bejeknya enak, lauknya oke, pedasnya-pedas banget, apalagi dicampur sayuran yang digoreng, ditambah pete, duh nikmat banget. Wajib balik lagi sih," katanya kepada detikBali.
Viral Sepekan Setelah Dibuka
Sementara itu, pemilik nasi bejek dan nasi tempong, Adrian, mengaku baru membuka lapak kuliner nasi bejek di Jalan Panji Tilar Negara. Sepekan setelah dibuka, nasi bejeknya viral di media sosial.
"Dalam sehari bisa habis 120 porsi (hanya dalam 1 jam), kalau pas awal buka kita 40 porsi dulu. Menu yang paling best seller itu nasi bejek pete," kata pria 22 tahun tersebut.
Mahasiswa Manajemen Bisnis Universitas Mataram (Unram) itu mengaku menciptakan menu nasi bejek bermula dari kebiasaannya scroll TikTok.
"Awalnya scroll TikTok, kok ngiler, coba bikin deh, eh kok enak, akhirnya dijual. Apalagi di Mataram belum ada," terangnya.
Adapun harga nasi bejek ini dibanderol mulai Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu per porsi. Nasi bejek ori dijual Rp 20 ribu, nasi bejek pete Rp 25 ribu, nasi bejek pindang Rp 25 ribu, serta nasi bejek komplit Rp 30 ribu.
(dpw/dpw)











































