detikBali

Ubud Food Festival Dimulai, Sajikan Kuliner Nusantara dari Hasil Pertanian

Terpopuler Koleksi Pilihan

Ubud Food Festival Dimulai, Sajikan Kuliner Nusantara dari Hasil Pertanian


Aryo Mahendro - detikBali

Suasana keramaian booth kuliner Indonesia dan internasional di Ubud Food Festival, Kamis (28/5/2026).
Suasana keramaian booth kuliner Indonesia dan internasional di Ubud Food Festival, Kamis (28/5/2026). (Foto: Aryo Mahendro/detikBali)
Gianyar -

Ubud Food Festival resmi dimulai hari ini hingga 31 Mei 2026. Festival kuliner tersebut menyajikan beragam makanan khas Bali hingga berbagai daerah di Indonesia yang diolah dari komoditas hasil pertanian.

"Ya, kami ada chef Bali di sini. Demo memasak masakan Bali. Tapi berapa kuliner yang tampil di sini, kami punya banyak dan campuran," kata Founder Ubud Food Festival Janet Deneefe saat ditemui detikBali di Ubud, Gianyar, Kamis (28/5/2026).

Janet menjelaskan festival tersebut tidak hanya menghadirkan kuliner khas Bali. Berbagai makanan khas dari daerah lain di Indonesia hingga kuliner internasional juga ikut ditampilkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kuliner dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, hingga Kalimantan Utara tersedia dalam festival tersebut. Seluruh makanan yang disajikan menggunakan bahan baku komoditas pertanian dari masing-masing daerah.

ADVERTISEMENT

Hasil pertanian dari berbagai wilayah itu kemudian diolah menjadi makanan khas maupun kreasi baru oleh para koki yang terlibat dalam festival tersebut.

"Kuliner campuran yang disajikan. Kuliner Bali, kuliner dari daerah lain di Indonesia dan internasional ada di sini," kata Janet.

Suasana keramaian booth kuliner Indonesia dan internasional di Ubud Food Festival, Kamis (28/5/2026).Suasana keramaian booth kuliner Indonesia dan internasional di Ubud Food Festival, Kamis (28/5/2026). Foto: Aryo Mahendro/detikBali

Soroti Berkurangnya Jumlah Petani

Selain menjadi ajang kuliner, Ubud Food Festival juga menggelar diskusi yang melibatkan para petani. Salah satu isu yang dibahas ialah semakin berkurangnya jumlah petani di Bali dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Janet, persoalan tersebut menjadi perhatian penting karena sektor pertanian memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat Bali.

"Menurut saya, dari semua permasalahan di Bali, adalah jumlah petani yang semakin berkurang. Meski saya tidak tahu persentasenya, tapi dulu 80 persen warga Bali setahu saya adalah petani," katanya.

"Itu tragedi dan harus kita perhatikan," imbuhnya.

Karena itu, Janet mengaku ingin melakukan sesuatu setelah festival kuliner tersebut berlangsung. Salah satu gagasan yang muncul ialah memberikan penghargaan khusus kepada para petani.

Penghargaan itu berupa sejumlah uang yang diharapkan dapat memicu petani agar lebih produktif. Selain itu, Janet berharap Ubud Food Festival tahun ini juga mampu mendorong lebih banyak anak muda untuk terjun ke sektor pertanian maupun bidang agrikultur lainnya.

"Itulah kenapa kami perlu mengadakan diskusi semacam ini. Bagaimana diskusi ini akan mendorong kemunculan petani baru yang masih di usia produktif," katanya.




(dpw/dpw)










Hide Ads