detikBali

Cerita Peziarah Asal Portugal Ikut Prosesi Semana Santa di Larantuka

Terpopuler Koleksi Pilihan

Cerita Peziarah Asal Portugal Ikut Prosesi Semana Santa di Larantuka


Yurgo Purab - detikBali

Prosesi Laut Tuan Meninu dari Kota Rowido ke Pantai Kuce, Jumat (3/4/2026).
Para peziarah tumpah ruah saat prosesi laut Tuan Meninu dalam rangkaian Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, NTT, Jumat (3/4/2026). (Foto: Yurgo Purab/detikBali)
Flores Timur -

Ribuan peziarah dari berbagai daerah hingga luar negeri mengikuti perayaan Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Satu di antaranya adalah Nelson Silva, seorang pria berkebangsaan Portugal.

Semana Santa adalah rangkaian tradisi perayaan Pekan Suci Paskah yang digelar selama tujuh hari oleh umat Katolik di Larantuka. Menurut Nelson, bangsa Portugal memiliki sejarah panjang terkait penyebaran agama Katolik di Larantuka.

"Orang Portugal sudah berada di Larantuka sejak lama sekali. Karena sejarah Larantuka yang berkaitan dengan orang Portugal dan bagaimana orang Portugis membawa agama Katolik ke sini," tutur Nelson saat mengikuti prosesi laut, salah satu rangkaian Semana Santa di Larantuka, Jumat (3/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai orang Portugis, saya tertarik untuk datang dan melihat pekan suci di Latantuka," imbuhnya.

Nelson bersama anaknya datang ke Larantuka. Mereka berangkat dari Timor Leste. Ia pun akan mengikuti seluruh prosesi Semana Santa hingga perayaan Paskah pada Minggu (5/4) nanti.

ADVERTISEMENT

"Tentu saja sangat menarik untuk berada di sini selama periode Paskah ini," ujar Nelson.

Nelson Silva, pria berkebangsaan Portugal, yang mengikuti rangkaian Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, NTT, Jumat (3/4/2026). (Foto: Yurgo Purab/detikBali)Nelson Silva, pria berkebangsaan Portugal, yang mengikuti rangkaian Semana Santa di Larantuka, Flores Timur, NTT, Jumat (3/4/2026). (Foto: Yurgo Purab/detikBali)

Seperti diketahui, Larantuka dikenal sebagai pusat tradisi Katolik tertua di Indonesia. Salah satu tradisi Katolik di Larantuka yang tidak ditemukan di daerah-daerah lainnya adalah Semana Santa.

Semana Santa sendiri merupakan ritual yang ditujukan kepada Yesus dan Bunda Maria (Mater Dolorosa). Rangkaian Semana Santa berlangsung satu pekan, mulai dari Rabu Trewa, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, hingga Minggu Paskah.

Tahun ini, lebih dari seribu peziarah dari berbagai daerah telah mendaftarkan diri untuk mengikuti rangkaian Semana Santa di Larantuka. Sejumlah warga negara asing (WNA) juga hadir langsung mengikuti prosesi tersebut.

Ribuan peziarah itu akan mengiringi pertemuan Tuan Ma, Tuan Meninu, dan Tuan Ana ke Gereja Katedral Renha Rosari Keuskupan Larantuka. Sepanjang jalan, para peziarah mendaraskan doa dan menyanyikan lagu puji-pujian kepada Tuhan.

Tuan Ma merupakan patung berwujud Bunda Maria yang ditemukan di pinggir Pantai Larantuka pada tahun 1510. Kemudian, Tuan Ana merupakan patung Yesus. Ada pula Tuan Meninu atau bayi Yesus ditemukan sekitar 100 tahun setelah penemuan patung Tuan Ma.

Sementara itu, prosesi laut Semana Santa siang tadi juga berlangsung meriah. Para peziarah tampak menggenggam Rosario dan berdoa penuh takzim. Malam ini, peziarah akan mengelilingi Kota Larantuka sambil mengarak patung Tuan Ma.




(iws/iws)











Hide Ads