Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menerapkan sistem Work From Home (WFH) setiap Jumat mulai 10 April 2026 untuk para aparatur sipil negara (ASN). Penerapan WFH untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang menjadi rujukan penerapan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) NTT, Flouri Rita Wuisan, menyatakan penerapan WFH tidak akan mengganggu layanan kepada masyarakat karena unit-unit pelayanan langsung tetap berkantor seperti biasa.
"Pimpinan tinggi pratama atau eselon II wajib masuk kantor, termasuk unit layanan-layanan yang langsung kepada masyarakat," kata Rita, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rita, penerapan WFH ini juga sebagai upaya memaksimalkan penerapan electronic government atau sistem pemerintahan berbasis elektronik. WFH akan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, termasuk aplikasi Srikandi untuk surat menyurat.
Rita memastikan, dengan penerapan electronic government ini, proses dan mekanisme kerja tetap berjalan seperti biasa. Gubernur maupun Wakil Gubernur (Wagub) NTT yang di luar kantor tetap bisa melaksanakan hal tersebut.
"Tidak ada batasan waktu untuk penerapan WFH ini. Namun, akan dilakukan setiap hari Jumat setiap minggu sesuai edaran menteri," lanjut Rita.
Rita menegaskan penerapan WFH bukan ajang untuk liburan bagi ASN. ASN tetap harus bekerja dari rumah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) NTT, Ambrosius Kodo, mengatakan penerapan pembelajaran tetap secara offline atau tatap muka.
"Tidak ada pembelajaran online atau daring. Semua tetap dilakukan secara offline di sekolah. Itu sudah menjadi kebijakan menteri, dan kita di bawah tentu melaksanakan itu," kata Ambrosius Kodo.
Berkaca sejak pandemi COVID-19, jelas Ambros, pola pendidikan secara online membuat kualitas pembelajaran menurun. Walhasil, Disdikbud NTT tidak menerapkan mekanisme tersebut.
"Kami berharap semua dukungan bahwa yang lain-lain bisa WFH, tetapi mari kita tetap dukungan satuan pendidikan kita tetap belajar langsung di sekolah karena sangat berpengaruh pada capaian atau kegiatan belajar mengajar di sekolah," terang Ambros.
(dpw/dpw)










































