Kategori 162K pada lomba lari lintas alam (trail run) Rinjani 100 menjadi kategori favorit yang diisi oleh para pelari kelas elit dunia. Dalam lomba ini, mereka akan menaklukan puncak Gunung Rinjani dengan batasan waktu 55 jam.
Para pelari elit dunia tersebut seperti Sange Sherpa, Gediminas Grinus, Zairan Li, Hieu Ngyen Si dan juga Man Yee Cheung. Mereka berlari melintasi alam bersama 182 pelari lainya yang berasal dari berbagai negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya antusiasme pelari untuk kategori 162K ini lebih banyak. Banyak pelari elit yang masuk ke kategori ini," kata Race Director FoneSport Dian Sukmara ditemui detikBali, seusai flag off Rinjani 100, Jumat (1/5/2026).
Dian menjelaskan, kategori 162K ini merupakan kategori terjauh pada lomba lintas alam Rinjani 100. Para peserta nantinya diberikan batas waktu 55 jam untuk mencapai finish.
"Kami ada cut of timenya yaitu 55 jam. Artinya batas waktu terakhir peserta masuk itu dikatakan finish 55 jam. Tapi tentunya beberapa pelari punya catatan waktu yang bagus seperti Sange Sherpa dia punya record, mungkin rekornya nanti kurang lebih 40 jam. Tahun ini dia kembali berupaya memecahkan rekornya itu," terang Dian.
Adapun rute yang akan dilalui pada kategori 162K ini yakni dimulai dari start poin di Pantai Pekendangan Desa Belanting, menuju ke rumah adat Sembalun, kemudian naik ke Bukit Anak Dara, Bukit Sempana, Bukit Nanggi, kemudian dilanjutkan Pusuk Sembalun dan naik lagi ke Savana Propok, Pelawangan Sembalun langsung ke Puncak Gunung Rinjani. Kemudian turun ke Danau Segara Anak dilanjutkan ke Senaru dan juga Torean. Setelah itu para peserta akan kembali ke Pelawangan Sembalun, naik ke Bukit Pergasingan dan menuju finish di Hotel Nusantara.
"Kategori 162 ini cukup menantang. Harapannya peserta lain juga nanti tahun berikutnya termotivasi atau tertarik untuk mengikuti lomba yang kategori 162 ini," ujar Dian.
Masing-masing peserta telah dipasangkan GPS untuk mendeteksi posisi secara real time. Masyarakat umum bisa mengaksesnya secara live melalui kanal Youtube.
"Bisa dilihat di live tracking, masing-masing peserta telah dipasangkan GPS. Updatenya nanti ada juga di Youtube," terang Dian.
(nor/nor)










































